ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, mengingatkan seluruh aparatur desa untuk membuang jauh praktik nepotisme dalam penyaluran bantuan sosial. Ia meminta pelayanan dilakukan dengan prinsip kemanusiaan dan kasih.
Pernyataan keras tersebut disampaikan saat memimpin evaluasi penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat terdampak ekonomi di Kabupaten Belu. Vicente menyoroti adanya kecenderungan “kedekatan personal” dalam penentuan penerima manfaat.
”Jangan melihat karena dia keluarga, teman, atau tim sukses. Lihatlah mereka yang benar-benar lapar dan membutuhkan bantuan pemerintah,” tegas Vicente
Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban oleh para lurah dan kepala desa adalah amanah untuk melayani masyarakat, bukan untuk memperkaya atau menguntungkan kelompok tertentu.
Menurut Vicente, bekerja dengan “hati dan cinta” akan melahirkan rasa keadilan di tengah masyarakat. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga kondusivitas wilayah perbatasan RI-RDTL tersebut.
Perangkat daerah diminta untuk lebih peka terhadap kondisi warga di pelosok desa yang mungkin belum tersentuh bantuan karena keterbatasan akses informasi atau komunikasi.
Dalam arahannya, ia juga mengajak aparat desa untuk berani mencoret nama kerabat sendiri jika secara ekonomi memang sudah dianggap mampu dan tidak memenuhi syarat sebagai penerima.
Prinsip transparansi harus dijunjung tinggi agar masyarakat luas dapat ikut mengawasi jalannya penyaluran bantuan pangan di tingkat akar rumput (grassroots).
Vicente meyakini, jika setiap pemimpin di tingkat desa bekerja dengan penuh tanggung jawab moral, maka kemiskinan ekstrem di Belu dapat ditekan secara signifikan melalui bantuan yang tepat.
Ia menutup arahannya dengan seruan agar seluruh elemen pemerintah daerah mengedepankan komunikasi yang santun dan terbuka kepada masyarakat saat melakukan pendistribusian di lapangan
