Tekankan Efisiensi Anggaran, Wakil Bupati Belu Minta Evaluasi Belanja APBD Dilakukan Tiap Bulan

BERITA, DAERAH, EKONOMI74 Dilihat

Tekankan Efisiensi Anggaran, Wakil Bupati Belu Minta Evaluasi Belanja APBD Dilakukan Tiap BulanATAMBUA, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menginstruksikan perubahan pola pengawasan anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.

Ia meminta agar evaluasi belanja APBD 2026 dilakukan secara rutin setiap bulan, bukan lagi per semester.

​Langkah ini diambil menyusul adanya arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pentingnya efisiensi anggaran di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Vicente menilai, evaluasi bulanan akan memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai kesehatan fiskal daerah secara berkala.

​“Kita tidak boleh lagi menunggu hingga akhir tahun untuk mengetahui rapor belanja kita. Dengan evaluasi bulanan, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat jika ada program yang macet,” ujar Vicente saat memimpin rapat di Atambua, Kamis, 26 Maret 2026

​Kebijakan evaluasi bulanan ini diharapkan mampu mendeteksi pemborosan anggaran sejak dini.

Vicente menekankan bahwa setiap kegiatan yang tidak memiliki urgensi tinggi atau tidak berdampak langsung pada masyarakat harus ditinjau kembali.

​Ia meminta pimpinan OPD untuk lebih selektif dalam menyusun skala prioritas belanja.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal, efisiensi bukan berarti pemotongan anggaran secara serampangan, melainkan memastikan anggaran tepat sasaran dan tepat guna.

​Dalam rapat tersebut, hadir pula para Asisten Sekda dan Pimpinan OPD yang diminta untuk menyajikan data belanja yang transparan.

Vicente ingin memastikan bahwa setiap pengeluaran pemerintah daerah dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.

​Selain efisiensi, aspek akuntabilitas juga menjadi poin utama yang ditekankan.

Wabup mengingatkan bahwa pengawasan yang ketat akan meminimalisir risiko temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kemudian hari.

​Ia juga mengajak para Camat untuk ikut memantau penggunaan anggaran di tingkat wilayah.

Sinkronisasi antara kebutuhan di desa/kecamatan dengan rencana belanja di tingkat kabupaten menjadi kunci keberhasilan efisiensi ini.

​Wabup Vicente meyakini bahwa dengan disiplin anggaran, Pemerintah Kabupaten Belu akan memiliki ketahanan fiskal yang lebih kuat.

Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pembangunan meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi dari luar.

​Instruksi ini pun disambut sebagai tantangan baru bagi birokrasi di Belu untuk bekerja lebih detail dan disiplin.

“Ini adalah bagian dari transformasi birokrasi kita ke arah yang lebih modern dan akuntabel,” tutup Vicente.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *