Wagub NTT Sidak RSUD Yohanes: Jangan Sampai Alat Modern Tapi Ruangan Tak Memadai

BERITA, DAERAH, KESEHATAN132 Dilihat

Wagub NTT Sidak RSUD Yohanes: Jangan Sampai Alat Modern Tapi Ruangan Tak MemadaiKUPANG, GRANDISMA.COM – Keselarasan antara teknologi medis dan infrastruktur fisik menjadi sorotan utama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat melakukan inspeksi di RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes, Rabu (1/4).

Ia memperingatkan agar pengadaan alat canggih tidak sia-sia akibat ruangan yang sempit.

​”Jangan sampai peralatannya sudah modern, tetapi ruangannya tidak memadai. Ini tentu tidak ideal,” tegas Johni.

Ia menemukan beberapa alat medis yang diposisikan di ruangan yang sebenarnya sudah kelebihan beban kapasitas.

​Menurut Johni, alat medis modern membutuhkan pengaturan suhu, kelembapan, dan ruang gerak yang spesifik agar bisa berfungsi maksimal.

Jika ruangan tidak memadai, risiko kerusakan alat akan semakin tinggi, yang berujung pada kerugian negara.

​Pernyataan Wagub ini menjadi teguran bagi tim perencanaan agar ke depan pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pengadaan alat kesehatan.

Sinkronisasi antar divisi di rumah sakit pun diminta untuk segera ditingkatkan guna menghindari pemborosan anggaran.

​Dalam sidak tersebut, Johni juga mengecek ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap.

Ia menyayangkan jika ada alat diagnostik canggih namun pasien masih harus mengantre lama karena kurangnya ruang perawatan yang representatif.

​Manajemen RSUD Yohanes mencatat adanya lonjakan kunjungan pasien dalam setahun terakhir.

Hal ini semakin memperparah kondisi keterbatasan ruang yang sudah dikeluhkan oleh para tenaga medis sejak lama.

​Wagub meminta Direktur RSUD untuk segera melakukan audit ruang terhadap seluruh unit pelayanan.

Hasil audit ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan gedung baru atau renovasi gedung yang sudah ada.

​Johni juga menyoroti aspek kenyamanan bagi keluarga pasien. Menurutnya, rumah sakit modern harus menyediakan ruang tunggu yang layak agar kerumunan orang di koridor-koridor rumah sakit bisa diminimalisir demi menjaga sterilitas area.

​Sidak ini diakhiri dengan diskusi singkat bersama beberapa pasien yang sedang mengantre

. Johni mendengarkan keluhan mereka mengenai fasilitas ruang tunggu yang dinilai kurang nyaman, terutama saat cuaca panas melanda kota Kupang.

​Pesan kuat dari sidak ini adalah efektivitas pelayanan. Wagub ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk peralatan medis dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara optimal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *