Delapan Jabatan Kosong di Belu: Mengapa Seleksi Terbuka Menjadi Kunci?

BERITA, DAERAH, POLITIK32 Dilihat

Delapan Jabatan Kosong di Belu: Mengapa Seleksi Terbuka Menjadi Kunci?ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu kini tengah menghadapi fase krusial dalam restrukturisasi organisasi perangkat daerah. Sebanyak delapan jabatan eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama saat ini berstatus lowong dan sedang diperebutkan melalui mekanisme Seleksi Terbuka (Selter) yang ketat.

​Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, secara resmi membuka proses seleksi ini di Gedung Wanita Betelalenok pada Rabu (8/4/2026). Langkah ini dipandang sebagai kunci untuk menjaga keberlanjutan roda pemerintahan agar tidak terjadi stagnasi dalam pengambilan keputusan di dinas-dinas vital.

​Delapan instansi yang menjadi fokus seleksi antara lain Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Dinas Kesehatan; hingga Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Kekosongan di instansi-instansi tersebut selama ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt), yang memiliki kewenangan terbatas dalam mengambil kebijakan strategis.

​Dengan adanya pejabat definitif nantinya, diharapkan akselerasi program kerja dapat berjalan lebih cepat. Wabup Vicente menjelaskan bahwa pengisian jabatan ini harus dilakukan secara transparan agar publik mengetahui bahwa pemerintah serius dalam menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat (right man on the right place).

​Mengapa Seleksi Terbuka menjadi krusial? Menurut Vicente, metode ini adalah filter terbaik untuk menghindari “budaya titipan” yang seringkali merusak tatanan birokrasi. Melalui Selter, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk membuktikan kapabilitas mereka di hadapan tim penilai yang independen.

​BKPSDMD Belu mencatat bahwa antusiasme pejabat untuk mengikuti seleksi ini cukup tinggi, dengan 26 pelamar yang memenuhi syarat administratif. Angka ini menunjukkan adanya iklim kompetisi yang sehat di internal birokrasi Pemkab Belu untuk naik ke jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi.

​Data dari BKPSDMD merinci bahwa jabatan yang akan diisi mencakup sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP). Keberhasilan seleksi ini akan sangat menentukan iklim investasi dan ketahanan pangan di perbatasan.

​Selain kompetensi teknis, aspek sosiokultural menjadi poin penilaian penting mengingat karakteristik masyarakat Belu yang beragam. Seorang pemimpin di daerah perbatasan harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan kearifan lokal di lapangan.

​Wabup Vicente menekankan bahwa integritas adalah harga mati. Beliau tidak menginginkan pejabat yang hanya pandai secara teori tetapi lemah dalam eksekusi dan moralitas. “Tunjukkan bahwa saudara adalah calon pemimpin yang siap memberikan kontribusi nyata,” serunya saat menutup sambutan.

​Hasil dari Seleksi Terbuka ini nantinya akan menjadi fondasi bagi wajah pemerintahan Belu dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah tuntutan publik yang semakin kritis, keberhasilan Selter ini akan menjadi tolok ukur kesuksesan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam melakukan reformasi birokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *