ATAMBUA, GRANDISMA.COM– Pemerintah Kabupaten Belu menginstruksikan percepatan distribusi bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng agar tidak tertahan di gudang-gudang penyimpanan. Penundaan distribusi dinilai akan merugikan masyarakat.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menegaskan bahwa bantuan pangan periode Februari dan Maret 2026 harus segera sampai ke tangan warga. Ia melarang keras adanya stok bantuan yang dibiarkan menumpuk di kantor desa.
”Beras yang sudah turun ke desa harus langsung habis dibagikan. Jangan disimpan-simpan lagi, masyarakat sudah menunggu,” tegas Vicente dalam rapat koordinasi teknis di Atambua, Kamis, (9/4).
Instruksi ini dikeluarkan setelah adanya evaluasi mengenai kelancaran rantai pasok dari gudang Bulog menuju titik bagi di tingkat desa dan kelurahan.
Vicente mengkhawatirkan jika bantuan tertahan terlalu lama, kualitas pangan dapat menurun atau memicu kecurigaan negatif dari masyarakat terhadap integritas perangkat desa.
Para Camat diminta melakukan monitoring harian terhadap ketersediaan stok di wilayahnya masing-masing untuk memastikan tidak ada hambatan logistik yang berarti.
Selain masalah kecepatan, Vicente juga menekankan bahwa kuantitas dan kualitas barang yang diterima masyarakat harus sesuai dengan data yang telah diverifikasi oleh dinas terkait.
Penyaluran yang cepat dianggap sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi di daerah perbatasan.
Lurah dan Kepala Desa diharapkan dapat mengatur jadwal pembagian yang efisien guna menghindari kerumunan massa namun tetap menjaga ketertiban selama proses penyaluran berlangsung.
Dengan percepatan ini, diharapkan daya beli masyarakat Belu tetap terjaga dan bantuan pemerintah dapat langsung dirasakan manfaatnya sebagai bantalan ekonomi di awal tahun 2026.
