KUPANG, GRANDISMA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi mendorong Ikatan Keluarga Besar Lamaholot (KABELA) Kupang untuk bertransformasi menjadi penggerak ekonomi baru. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kebudayaan di wilayah NTT.
Dalam pelantikan pengurus KABELA periode 2026-2031 di GOR Flobamorata, Sabtu (11/4), Wagub Johni menegaskan bahwa identitas budaya tidak boleh hanya berhenti pada seremoni. KABELA harus mampu menerjemahkan nilai leluhur menjadi nilai tambah ekonomi bagi anggotanya.
Wagub melihat potensi besar pada sektor perkebunan, kelautan, dan industri kreatif seperti tenun ikat yang dimiliki warga Lamaholot. Jika dikelola secara profesional, sektor-sektor ini akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang mandiri.
”KABELA bukan sekadar wadah berkumpul, tapi harus menjadi kawasan ekonomi berbasis budaya. Kita integrasikan UMKM, kuliner, dan pariwisata dalam satu ekosistem,” ujar Johni
Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kekuatan komunitas lokal adalah kunci. KABELA diharapkan menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Johni menekankan pentingnya inovasi dalam produk-produk tradisional. Tenun ikat atau kuliner khas Lamaholot perlu diberikan sentuhan modern tanpa menghilangkan nilai autentiknya agar dapat bersaing di pasar modern.
Pemerintah Provinsi NTT menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program ekonomi yang dicanangkan KABELA. Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM akan diperkuat untuk memfasilitasi sertifikasi dan permodalan.
Selain itu, Wagub juga menyoroti pentingnya digitalisasi ekonomi bagi komunitas KABELA. Penggunaan platform e-commerce dianggap sebagai keharusan agar produk lokal NTT dapat menjangkau konsumen di luar daerah dengan lebih efisien.
Ketua KABELA terpilih, Donatus Ara Kian, menyambut positif arahan tersebut. Ia berkomitmen untuk segera membentuk divisi khusus yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di bawah naungan organisasi.
Dengan semangat “Ayo Bangun NTT”, pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi KABELA untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam pembangunan ekonomi di Indonesia Timur.
