TEHERAN, GRANDISMA.COM — Pemerintah Iran melalui media corong negaranya, Tasnim News Agency, melontarkan kritik pedas terhadap klaim Amerika Serikat mengenai keberhasilan misi penyelamatan pilot jet tempur F-15E Strike Eagle.
Teheran menyebut narasi yang dibangun Washington tidak logis dan lebih menyerupai skenario film fiksi Hollywood ketimbang laporan militer faktual.
Sikap skeptis ini muncul setelah jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS dilaporkan jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4/2026).
Pihak Iran mempertanyakan bagaimana operasi penyelamatan yang sangat kompleks tersebut dapat dilakukan di tengah pengawasan ketat pertahanan udara mereka tanpa terdeteksi sejak awal.
Menurut analisis yang dirilis Tasnim, urutan kejadian yang dipaparkan pihak Gedung Putih dianggap penuh dengan lubang logika.
Iran menyoroti klaim AS yang menyatakan tim penyelamat mampu masuk ke wilayah kedaulatan mereka, mengalami kegagalan teknis, namun tetap berhasil melakukan operasi sekunder di medan yang sulit.
”Skenario ini secara logis memerlukan pemeriksaan yang jauh lebih detail dan dokumentasi yang lengkap sebelum bisa dipercaya,” tulis laporan tersebut.
Iran menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti visual autentik seperti foto atau video yang menunjukkan kondisi pilot yang diklaim berhasil diselamatkan.
Ketegangan semakin memuncak saat media Iran menuding AS sengaja menciptakan narasi heroik untuk menutupi kegagalan militer di lapangan.
Mereka meragukan keberadaan pilot pertama yang disebut mengalami cedera serius namun berhasil dievakuasi dari “belakang garis musuh” dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Washington tetap pada pendiriannya bahwa misi tersebut adalah bukti keunggulan koordinasi tim khusus mereka.
Pentagon menyatakan operasi tersebut melibatkan unit elit yang terlatih untuk beroperasi di lingkungan yang paling tidak bersahabat, meski harus menghadapi perlawanan sengit dari pasukan darat Iran.
Pihak Amerika Serikat menyebutkan bahwa kerahasiaan dokumen dan gambar pilot dilakukan demi alasan keamanan nasional dan perlindungan bagi keluarga kru pesawat.
Namun, bagi Teheran, ketiadaan bukti ini justru memperkuat dugaan bahwa misi tersebut berakhir dengan kegagalan total, bukan keberhasilan yang gemilang.
Para pengamat militer internasional melihat perang urat syaraf ini sebagai babak baru ketegangan di Timur Tengah.
Kedua negara kini saling adu klaim di ruang publik untuk memenangkan opini dunia terkait kecanggihan teknologi dan keberanian personel militer masing-masing.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak independen atau organisasi internasional yang mampu memverifikasi kebenaran dari kedua belah pihak.
Wilayah jatuhnya pesawat masih dinyatakan sebagai zona tertutup oleh militer Iran untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.
Amerika Serikat sendiri telah memperingatkan Iran untuk tidak melakukan tindakan provokatif terhadap sisa-sisa puing pesawat yang jatuh.
Ketidakpastian mengenai nasib pilot kedua yang disebut bersembunyi di pegunungan masih menjadi teka-teki yang menyelimuti insiden berdarah di awal April ini.
