Dorong Siswa Alor Kuasai Coding, Wagub NTT: Masa Depan Pariwisata Ada di Tangan Digital

Dorong Siswa Alor Kuasai Coding, Wagub NTT: Masa Depan Pariwisata Ada di Tangan DigitalKALABAHI, GRANDISMA.COM – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi siswa SMK di Kabupaten Alor saat mengunjungi SMKN Kokar, Senin (13/4). Ia melihat coding sebagai instrumen vital dalam pemasaran pariwisata daerah.

​Dunia pariwisata saat ini tidak lagi dikelola secara konvensional, melainkan telah bergeser ke platform digital. Oleh karena itu, penguasaan bahasa pemrograman bagi siswa di Alor dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk bersaing secara global.

​Dalam tinjauannya ke laboratorium komputer, Wagub memuji inisiatif sekolah yang mulai memperkenalkan pembelajaran coding bagi siswa. Ia berharap lulusan SMK mampu membangun aplikasi yang memudahkan wisatawan mengakses informasi tentang Alor.

​Johni menegaskan bahwa Alor memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun kekurangan tenaga digital untuk mempromosikannya. Kehadiran SDM lokal yang terampil teknologi akan memutus ketergantungan pada agensi luar daerah.

​Integrasi antara kurikulum perhotelan dan teknologi digital menjadi poin utama yang ditekankan oleh Wagub. Siswa diharapkan mampu mengelola sistem reservasi mandiri berbasis aplikasi yang efisien.

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, yang mendampingi Wagub, menyatakan akan mengevaluasi kebutuhan perangkat komputer di sekolah tersebut. Sinkronisasi anggaran akan dilakukan untuk mendukung visi digitalisasi ini.

​Siswa kelas X dan XI tampak antusias saat Wagub menjelaskan peluang kerja di industri kreatif digital yang sangat luas. Johni menyebutkan bahwa bekerja di bidang teknologi tidak mengharuskan mereka meninggalkan daerah asal.

​Wagub juga meminta pihak sekolah membangun jejaring dengan perusahaan teknologi nasional sebagai mitra magang. Kolaborasi ini penting untuk memastikan standar kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

​Selain keterampilan teknis, aspek kreativitas dan inovasi menjadi sorotan utama dalam arahan Wagub. Ia ingin melihat anak-anak Alor mampu menciptakan solusi digital untuk masalah lokal, seperti distribusi hasil bumi.

​Langkah strategis ini diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran terdidik dari lulusan SMK di NTT. Dengan keterampilan coding, siswa memiliki modal kuat untuk menjadi wirausaha muda di bidang teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *