KUPANG, GRANDISMA.COM – Suasana di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Oeba mendadak riuh saat rombongan Wakil Gubernur NTT tiba untuk melakukan sidak harga, Kamis (12/3).
Alih-alih hanya membahas harga ikan, para pedagang justru berbondong-bondong menyampaikan curahan hati (curhat) terkait kondisi pasar.
Keluhan utama yang mencuat adalah rusaknya atap bangunan pasar yang menyebabkan kebocoran masif saat hujan.
Reni Muskanan, salah satu pedagang sekaligus tokoh masyarakat setempat, menunjukkan titik-titik kerusakan yang mengganggu aktivitas dagang mereka.
Menurut Reni, kondisi ini sangat menyulitkan pedagang, terutama saat musim hujan tiba.
Air hujan yang merembes masuk tidak hanya membasahi dagangan, tetapi juga menciptakan genangan yang membuat area pasar menjadi kotor dan becek.
Selain masalah atap, faktor keamanan menjadi kekhawatiran serius bagi para penghuni pasar.
Kasus kehilangan ikan dan barang dagangan pada malam hari dilaporkan kerap terjadi, sehingga pedagang sangat mengharapkan adanya pemasangan kamera pengawas (CCTV).
”Kami butuh CCTV, bapa. Sering ada kejadian kehilangan di sini, sedangkan uang yang berputar di pasar ini setiap harinya sangat besar, bisa miliaran rupiah,” ungkap Reni di hadapan Wagub dan tim TPID.
Para pedagang menilai, dengan perputaran nilai ekonomi yang sedemikian besar, sudah selayaknya Pasar Oeba mendapatkan fasilitas keamanan dan kenyamanan yang memadai.
Mereka merasa kontribusi pasar terhadap ekonomi daerah belum berbanding lurus dengan fasilitas yang diberikan.
Infrastruktur penunjang lainnya seperti instalasi listrik dan ketersediaan air bersih juga menjadi poin aspirasi.
Pedagang ikan sangat bergantung pada air bersih untuk menjaga kesegaran ikan serta kebersihan lapak mereka setiap hari.
Akses jalan menuju pasar yang mengalami kerusakan juga dikeluhkan karena menghambat mobilitas pengangkut ikan.
Jalan yang berlubang seringkali menyebabkan keterlambatan distribusi ikan dari nelayan ke lapak-lapak pedagang.
Wagub Johni Asadoma mendengarkan aspirasi tersebut dengan penuh perhatian dan memberikan tanggapan langsung.
Ia mengakui bahwa kondisi fasilitas di Pasar Oeba memang membutuhkan sentuhan perbaikan agar aktivitas ekonomi tetap optimal.
Mengenai permintaan CCTV, Wagub menilai hal tersebut sebagai saran yang sangat rasional untuk menjaga aset pedagang.
Ia akan mengoordinasikan hal ini dengan pihak pengelola pasar dan instansi terkait agar aspek keamanan dapat ditingkatkan.
Wagub juga mengingatkan pedagang bahwa kebersihan pasar adalah tanggung jawab bersama.
Sembari pemerintah mengupayakan perbaikan fisik, pedagang diharapkan tetap menjaga ketertiban dan tidak membuang sampah sembarangan di area pasar.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan janji Wagub untuk segera melaporkan temuan tersebut kepada Gubernur NTT.
Para pedagang berharap, kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan awal dari perubahan wajah Pasar Oeba
