JAKARTA, GRANDISMA.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Setelah dilantik, Tandyo menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan penguatan ketahanan pangan.
Penetapan kepemimpinan baru tersebut menjadi perhatian karena TNI AD memiliki organisasi dan sumber daya yang tersebar hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan perdesaan dan daerah terpencil.
Tandyo menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program pemerintah sesuai tugas dan kewenangan TNI AD.
Komitmen tersebut menempatkan koordinasi antarlembaga sebagai salah satu faktor penting dalam pelaksanaan agenda pembangunan yang membutuhkan jangkauan hingga tingkat lokal.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi, memperluas akses terhadap kebutuhan usaha, dan mendukung perputaran ekonomi di tingkat desa maupun kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan koperasi membutuhkan tata kelola yang profesional, pengelola yang kompeten, transparansi keuangan, serta model usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dukungan lintas lembaga harus tetap memperhatikan peran pengurus koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi setempat.
Tandyo juga menyoroti Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis pemerintah.
Pengembangan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan memerlukan koordinasi mengenai fasilitas, tenaga pendidik, sarana pembelajaran, dan keberlanjutan pelayanan pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para peserta didik.
Di bidang ketahanan pangan, dukungan terhadap produksi dan distribusi pangan menjadi penting untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.
Upaya tersebut dapat melibatkan berbagai pihak sesuai kewenangannya, termasuk koordinasi dengan instansi pertanian, pemerintah daerah, petani, serta pelaku distribusi.
Peran TNI AD dalam mendukung program pembangunan perlu dijalankan berdasarkan ketentuan hukum, pembagian tugas yang jelas, dan koordinasi dengan lembaga sipil yang berwenang.
Dengan demikian, dukungan terhadap agenda pemerintah dapat berlangsung secara efektif tanpa mengaburkan fungsi utama TNI dalam bidang pertahanan negara.
Keberhasilan program-program tersebut tidak hanya ditentukan oleh dukungan kelembagaan, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, pengawasan, penggunaan anggaran, dan keterlibatan masyarakat.
Evaluasi yang terukur diperlukan untuk memastikan program benar-benar meningkatkan akses pendidikan, memperkuat usaha lokal, dan membantu menjaga ketersediaan pangan.
Pelantikan Tandyo Budi Revita sebagai KSAD menjadi momentum bagi kepemimpinan baru TNI AD untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung agenda nasional.
Publik kini menantikan langkah konkret yang dapat diukur melalui hasil pelaksanaan program, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terjaganya profesionalisme dan tugas pokok TNI AD.





