Imbangi Era Digital, Kepala SMKN 2 Kupang Dorong Siswa Bangun Karakter Lewat Olahraga

Imbangi Era Digital, Kepala SMKN 2 Kupang Dorong Siswa Bangun Karakter Lewat OlahragaKUPANG, GRANDISMA.COM – Pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan gawai di kalangan remaja menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan masa kini.

Menjawab tantangan tersebut, SMK Negeri 2 Kupang mendorong para siswanya untuk mengimbangi aktivitas di dunia maya dengan kegiatan fisik yang produktif.

Salah satu langkah konkret yang ditunjukkan adalah melalui penguatan peran ekstrakurikuler olahraga, khususnya cabang bola voli putra.

​Pentingnya keseimbangan antara kehidupan digital dan fisik menjadi fokus utama manajemen sekolah dalam membangun kualitas peserta didik.

Meski gawai dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, siswa dinilai tetap membutuhkan ruang interaksi sosial nyata.

Aktivitas fisik seperti olahraga terbukti efektif dalam menjaga kesehatan tubuh, melatih kedisiplinan, serta mengasah keterampilan emosional anak di tengah gempuran arus informasi digital.

​Melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi nyata sepanjang tahun 2026, seperti Tunas Gloria, SMALI Cup, dan MGMP PJOK Kota Kupang Cup, tim bola voli SMKN 2 Kupang belajar membentengi diri dari dampak negatif ketergantungan gawai.

Lapangan pertandingan menjadi ruang belajar terbuka di mana para siswa berlatih menghadapi tekanan, menghargai proses, serta memahami arti penting kerja sama tim dan sportivitas secara langsung.

​Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, menyoroti urgensi pembentukan karakter siswa melalui kegiatan positif di luar jam pelajaran sekolah.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (14/10/2026), ia menekankan bahwa gawai seharusnya dimanfaatkan secara bijak, sementara pengembangan potensi diri dan kesehatan fisik harus tetap menjadi prioritas utama para remaja.

​”Di tengah derasnya arus teknologi digital saat ini, kami ingin para siswa tidak hanya menghabiskan waktunya di depan layar gawai. Melalui olahraga seperti bola voli, mereka belajar berinteraksi secara nyata, membangun kedisiplinan, serta mengasah kesehatan fisik dan mental yang sangat dibutuhkan di masa depan,” tegas Hebner.

​Pendidikan karakter yang ditanamkan lewat kegiatan ekstrakurikuler ini dipandang melengkapi kompetensi akademik dan keahlian kejuruan yang didapat siswa di ruang kelas.

Melalui olah fisik dan taktik di lapangan, peserta didik dilatih untuk memiliki mentalitas pantang menyerah, menghargai lawan, serta mampu menerima kekalahan maupun kemenangan secara bijak.

​”Aktivitas positif melalui ekstrakurikuler ini adalah sarana efektif untuk membina karakter, kepemimpinan, dan rasa kebersamaan. Kami berharap partisipasi aktif tim bola voli ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa agar lebih produktif dan berani mengukir prestasi sesuai minat potensi masing-masing,” pungkas Hebner.

​Langkah SMKN 2 Kupang dalam menggalakkan kegiatan ekstrakurikuler ini membuktikan bahwa sekolah vokasi tidak hanya berfokus pada peningkatkan keterampilan teknis kerja semata.

Lebih dari itu, lingkungan sekolah dirancang untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, sehat secara jasmani, cerdas secara digital, serta siap menghadapi dinamika tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *