Terima Father of Asian EV, Wapres Gibran Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik Nasional

BERITA, OTOMOTIF70 Dilihat

Terima Father of Asian EV, Wapres Gibran Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik NasionalJAKARTA, GRANDISMA.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong penguatan riset dan inovasi dalam negeri untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

Pemerintah juga dinilai perlu menghadirkan kebijakan insentif yang tepat agar kendaraan listrik semakin diminati masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat menerima Prof. Ching-Chuen Chan, akademisi kelahiran Magelang yang dikenal sebagai Father of Asian EV, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan riset dan inovasi, dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik, hingga keterlibatan generasi muda dalam membangun kemandirian teknologi Indonesia.

Gibran menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik, menjadi salah satu fokus pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, diperlukan dukungan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan industri sekaligus meningkatkan minat konsumen.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemberian insentif yang tepat sasaran.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih kompetitif dan memperluas akses masyarakat terhadap teknologi transportasi ramah lingkungan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie turut menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.

Penguatan sertifikasi kompetensi juga diperlukan agar lulusan perguruan tinggi dan tenaga kerja nasional memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Sementara itu, Prof. Ching-Chuen Chan menegaskan bahwa Indonesia perlu membangun kemampuan riset dan inovasi secara mandiri.

Menurutnya, teknologi kelas satu tidak cukup hanya dibeli dari negara lain, tetapi harus dikembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia sendiri.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dengan dukungan riset, pendidikan, kebijakan, dan investasi yang tepat, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta kemandirian teknologi di sektor transportasi. (Sumber: BPMI Setwapres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *