JAKARTA, GRANDISMA.COM – Pengangkatan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden memicu ketertarikan publik untuk meninjau kembali rekam jejak akademiknya.
​Rocky Gerung tercatat lahir pada tanggal 20 Januari 1959 dan menempuh jenjang pendidikan tinggi di kampus terkemuka Universitas Indonesia.
​Ia mulai tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia pada tahun 1979 dengan mengambil jurusan awal Ilmu Hubungan Internasional.
​Namun, ia tidak menyelesaikan studi di jurusan tersebut dan memilih beralih ke Jurusan Ilmu Filsafat hingga lulus sebagai Sarjana Sastra.
​Pada masa mudanya di kampus, ia dikenal memiliki kedekatan erat dengan sejumlah tokoh aktivis berhaluan sosialisme seperti Marsillam Simanjuntak.
​Latar belakang pendidikan ilmu filsafat serta kedekatannya dengan dunia aktivisme membentuk landasan kuat bagi perjalanan intelektualnya di kemudian hari.
​Setelah merampungkan pendidikannya, Rocky kembali ke almamaternya untuk mengajar di Departemen Ilmu Filsafat di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
​Ia tercatat aktif mengajar sebagai dosen tidak tetap di kampus terkemuka tersebut hingga batas waktu pada awal tahun 2015 silam.
​Selama menjadi pengajar, ia membawakan sejumlah mata kuliah penting seperti Seminar Teori Keadilan, Filsafat Politik, serta Metode Penelitian Filsafat.
​Tidak hanya di UI, ia juga pernah mengajar pada program pascasarjana dan membimbing sejumlah mahasiswa, termasuk kalangan figur publik terkenal.
​Karier pengajarannya di lingkungan universitas resmi berakhir menyusul pemberlakuan undang-undang yang mensyaratkan kualifikasi pendidikan magister bagi dosen.
​Di luar kampus, ia juga ikut mendirikan berbagai lembaga pemikir strategis seperti Setara Institute bersama almarhum Abdurrahman Wahid dan Azyumardi Azra.
