JAKARTA, GRANDISMA.COM – Rocky Gerung menegaskan dirinya tidak mengubah sikap maupun prinsip setelah masuk ke dalam lingkar pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam pidatonya pada acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Selasa, (6/10).
Rocky mengatakan keputusannya masuk ke lingkungan pemerintahan bukan berarti meninggalkan posisi kritis yang selama ini melekat pada dirinya.
Ia menggambarkan perubahan tersebut sebagai perpindahan posisi dari luar ke dalam pemerintahan. “Saya hanya pindah dari luar ke dalam,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, perubahan posisi tersebut justru dimaksudkan agar gagasan dan argumentasinya dapat disampaikan secara lebih langsung kepada Presiden.
Ia tidak ingin pemikirannya hanya berputar melalui forum diskusi publik atau media, tetapi dapat masuk ke ruang pengambilan pertimbangan kebijakan.
Rocky bahkan menyebut keinginannya agar gagasan yang dimilikinya dapat sampai kepada Presiden dalam waktu yang sangat singkat.
Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di lingkungan Wantimpres membuat jarak argumentasi antara dirinya dan kepala negara menjadi lebih dekat.
Meski berada di dalam pemerintahan, Rocky menegaskan dirinya tetap independen.
Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa pilihan tersebut lahir dari pertimbangan moral dan akal pikirannya sendiri, sekaligus menegaskan bahwa ia bertanggung jawab atas pilihan yang diambilnya.
“I am an independent person,” tegas Rocky. Menurut dia, independensi berarti seseorang menentukan sendiri sasaran pemikirannya sekaligus bersedia mempertanggungjawabkan pilihan tersebut, bukan mengikuti keraguan atau tekanan opini publik.
Rocky juga menanggapi kritik dari sebagian pihak yang menilai keputusannya bergabung dengan pemerintahan sebagai perubahan sikap.
Ia mengatakan dirinya tidak dapat melarang kawan-kawannya mengkritik atau mempertanyakan pilihannya, termasuk anggapan bahwa dirinya telah meninggalkan perjuangan yang sebelumnya disuarakan.
Dalam konteks tugas Wantimpres, Rocky membedakan antara “kritik” dan sikap “kritis” terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut dia, fungsi dewan bukan sekadar menyerang atau mengkritik pemerintah, melainkan memberikan pertimbangan dengan melihat dampak, arah kebijakan, serta konsekuensinya bagi masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki fungsi pertimbangan yang bersifat etis, bukan teknis.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden, sedangkan anggota Wantimpres bertugas mengingat, menimbang, dan memberikan pertimbangan kepada kepala negara.
Pernyataan Rocky tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perpindahannya dari posisi di luar pemerintahan menuju lingkungan Istana tidak, menurut versinya, berarti berakhirnya sikap kritis yang selama ini menjadi cirinya.
Posisinya berubah, tetapi ia menyatakan independensi, cara berpikir, dan keberaniannya untuk bersikap kritis tetap dipertahankan.
