Mutasi Besar-besaran di Pemprov NTT, Melki Laka Lena Rombak Kabinet

BERITA, DAERAH, POLITIK115 Dilihat

Mutasi Besar-besaran di Pemprov NTT, Melki Laka Lena Rombak KabinetKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan perombakan signifikan dalam struktur kabinet kerjanya.

Mutasi besar-besaran ini menyasar puluhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

​Langkah berani ini diambil sebagai bentuk penyegaran organisasi.

Gubernur Melki ingin memastikan bahwa setiap lini birokrasi diisi oleh sosok yang tepat sesuai dengan kebutuhan percepatan pembangunan saat ini.

​Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin (16/3/2026).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan jajaran Forkopimda.

​Dalam arahannya, Melki menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar formalitas.

Ia menyebut langkah ini sebagai upaya serius untuk memperkuat tata kelola pemerintahan agar lebih responsif terhadap dinamika masyarakat.

​Sebanyak 23 pejabat resmi berpindah tugas ke pos baru, sementara 12 pejabat lainnya dikukuhkan kembali.

Perubahan ini mencakup berbagai dinas strategis, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Koperasi dan UKM.

​Melki menekankan bahwa tantangan NTT ke depan semakin kompleks.

Oleh karena itu, ia membutuhkan tim yang solid dan memiliki ritme kerja yang cepat untuk mengejar target-target pembangunan daerah yang belum tuntas.

​Gubernur juga menyoroti pentingnya efektivitas birokrasi.

Ia tidak ingin ada tumpang tindih kewenangan atau kelambatan dalam pengambilan keputusan di tingkat kepala dinas maupun badan.

​”Mutasi ini adalah bagian dari evaluasi kinerja. Kita ingin memastikan mesin birokrasi berlari kencang dalam melayani masyarakat NTT,” ujar Melki di hadapan para pejabat yang dilantik.

​Ia berharap para pejabat yang baru menempati posisi baru segera melakukan adaptasi internal.

Melki meminta tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk masa transisi yang terlalu lama di setiap instansi.

​Penyusunan komposisi baru ini diklaim telah melalui pertimbangan matang.

Aspek kompetensi dan rekam jejak menjadi parameter utama dalam menentukan posisi masing-masing pejabat pimpinan tinggi tersebut.

​Selain pelantikan, Gubernur juga memberikan mandat khusus kepada para asisten sekda.

Mereka diminta melakukan pengawasan melekat terhadap kinerja dinas-dinas yang baru saja berganti pimpinan.

​Dengan perombakan kabinet ini, wajah birokrasi NTT diharapkan menjadi lebih segar.

Fokus utama tetap pada pencapaian visi-misi pembangunan yang telah dicanangkan sejak awal masa jabatan Melki-Johni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *