ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Provinsi NTT melakukan intervensi pasar untuk mendukung unit usaha sekolah. Gubernur Melki Laka Lena menginstruksikan seluruh ASN provinsi di Belu berbelanja di SMK Katolik Kusuma.
​Instruksi ini bertujuan untuk memutus rantai persoalan klasik produk lokal yang sulit menembus pasar. Melki menyebut intervensi konsumsi oleh pemerintah sangat diperlukan.
​”Kehadiran dapur ini jawaban atas persoalan klasik produk lokal yang sering berhenti di produksi saja. Kita intervensi lewat kebijakan konsumsi ASN,” kata Melki di Atambua, Senin (30/3/2026).
​Menurut Melki, tanpa campur tangan pemerintah di tahap awal, usaha berbasis sekolah akan sulit bersaing dengan merk besar. ASN diharapkan menjadi basis pelanggan tetap.
​Ia menjelaskan bahwa Dapur Flobamorata ini tidak hanya melayani makanan siap saji. Berbagai produk olahan pangan hasil praktik siswa juga dipasarkan di lokasi yang sama.
​”Pemerintah hadir untuk menjamin keberlanjutan. Kita tidak mau ini hanya meriah saat peresmian lalu sepi setelahnya,” tegas Gubernur NTT tersebut.
​Instruksi ini berlaku bagi seluruh OPD Pemprov NTT yang memiliki unit kerja di Kabupaten Belu. Jadwal kunjungan akan disusun agar operasional dapur tetap sibuk setiap hari.
​Melki percaya bahwa konsumsi yang terarah akan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Siswa SMK pun akan lebih bersemangat karena produknya terbukti laku terjual.
​”Anak-anak SMK ini punya talenta luar biasa. Tugas kami di pemerintahan adalah mencarikan atau menciptakan pasar untuk mereka,” imbuhnya.
​Kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus bagi ekonomi kerakyatan di Belu. Melki yakin pola ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendidikan ke depannya.
