Bukan Sekadar Konservasi, Melki Laka Lena Ingin Hutan Jadi Motor Ekonomi Masyarakat NTT

BERITA, DAERAH, EKONOMI178 Dilihat

Bukan Sekadar Konservasi, Melki Laka Lena Ingin Hutan Jadi Motor Ekonomi Masyarakat NTTKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong paradigma baru dalam melihat fungsi hutan di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa konservasi tidak boleh berdiri sendiri tanpa memperhatikan aspek kesejahteraan rakyat.

​Hutan harus mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif.

Melki melihat potensi besar pada jasa lingkungan, seperti ekowisata dan perdagangan karbon (carbon trading), yang mulai mendunia.

​”Sektor kehutanan tidak boleh hanya dilihat dari sisi konservasi semata. Manfaat sosial dan ekonominya harus kita urus dengan baik agar kontribusinya nyata,” tegas Melki dalam Rakor KPH di Kupang.

​Gubernur mengajak para pemangku kepentingan untuk mulai melirik skema ekonomi hijau.

Menurutnya, NTT memiliki potensi jasa lingkungan yang eksotis, mulai dari wisata alam pegunungan hingga hutan mangrove yang bisa mendatangkan wisatawan global.

​Selain itu, isu perubahan iklim global membuka peluang bagi NTT untuk masuk ke pasar karbon.

Melki meminta dinas terkait untuk melakukan pemetaan komprehensif mengenai potensi penyerapan karbon di hutan-hutan NTT.

​Langkah strategis ini memerlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Melki menekankan bahwa investasi yang masuk harus menghormati hak-hak masyarakat lokal dan menjaga kelestarian alam.

​Ia juga menaruh harapan besar pada inovasi berbasis kewirausahaan kehutanan. Generasi muda NTT didorong untuk menciptakan bisnis-bisnis rintisan (startup) yang berbasis pada kekayaan hasil hutan dan keindahan alam.

​Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi di seluruh UPTD KPH.

Gubernur tidak ingin ada ego sektoral yang menghambat implementasi kebijakan pembangunan kehutanan yang terintegrasi.

​Peningkatan kapasitas kelembagaan menjadi pondasi agar visi ini tercapai. Melki berjanji akan terus mendukung penguatan anggaran dan fasilitas bagi KPH yang menunjukkan prestasi dalam pengelolaan wilayahnya.

​Visi besar ini bermuara pada satu tujuan: menjadikan hutan sebagai warisan yang tidak hanya hijau secara ekologis, tetapi juga “hijau” secara finansial bagi seluruh rakyat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *