Gubernur NTT Keluhkan Ketimpangan Pendidikan dan Rusaknya Gedung Perpustakaan ke DPR

Gubernur NTT Keluhkan Ketimpangan Pendidikan dan Rusaknya Gedung Perpustakaan ke DPRKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membeberkan potret buram sektor pendidikan di wilayahnya saat menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI.

Bertempat di Ruang Rapat Gubernur, Kupang, Rabu (22/4), Melki menyebut akses dan sarana prasarana masih jauh dari standar nasional.

​Kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan diakui menjadi tembok besar dalam pemerataan kualitas pendidikan. Melki menegaskan bahwa tantangan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan anggaran rutin daerah yang terbatas.

​Dalam pertemuan tersebut, ia menyoroti bagaimana biaya pendidikan tinggi masih menjadi beban berat bagi masyarakat lokal. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi generasi muda NTT di jenjang universitas.

​Selain masalah sekolah, Melki mengungkapkan kondisi memprihatinkan gedung Perpustakaan Provinsi NTT. Meski telah direnovasi berkali-kali, gedung tersebut mengalami kerusakan berulang yang menghambat akses literasi.

​Ia meminta dukungan konkret dari Komisi X DPR RI untuk pembangunan gedung perpustakaan yang lebih representatif. Menurutnya, minat baca warga NTT sangat tinggi namun tidak didukung fasilitas yang layak.

​Gubernur menegaskan bahwa infrastruktur perpustakaan bukan sekadar urusan fisik gedung. Baginya, itu adalah jembatan pengetahuan untuk membangun kualitas sumber daya manusia NTT di masa depan.

​Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menjadi sorotan tajam dalam diskusi tersebut. Melki mengingatkan agar IPM tidak hanya dikejar sebagai angka statistik di atas kertas.

​”Jangan sampai IPM hanya menjadi angka. Yang kita kejar adalah kualitas manusia yang benar-benar meningkat,” tegas Melki di hadapan anggota legislatif

​Pemerintah Provinsi NTT kini berupaya melakukan sinkronisasi data agar bantuan pendidikan tepat sasaran. Melki berharap DPR RI dapat mengawal alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk renovasi sekolah.

​Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hardian Irfani, menyambut baik masukan tersebut. Ia berjanji akan membawa temuan dari Kupang ini ke rapat kerja bersama kementerian terkait.

​Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI seperti Anita Jacoba Gah dan Ledia Hanifa. Mereka melakukan verifikasi lapangan terhadap realisasi program pendidikan nasional di bumi Flobamora.

​Pertemuan ditutup dengan penyerahan simbolis dokumen aspirasi daerah yang diharapkan masuk dalam skala prioritas APBN 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *