Willy Lay Usul Festival Paskah Pemuda GMIT Jadi Agenda Tahunan untuk Geliatkan UMKM Belu

BERITA, DAERAH, RELIGI182 Dilihat

Willy Lay Usul Festival Paskah Pemuda GMIT Jadi Agenda Tahunan untuk Geliatkan UMKM BeluATAMBUA, GRANDISMA.COM – Bupati Belu Willybrodus Lay mengusulkan agar Festival Paskah Pemuda GMIT ditetapkan sebagai agenda pariwisata tahunan.

Usulan ini didasari atas potensi ekonomi kreatif yang besar yang muncul selama pelaksanaan acara tersebut di Kota Atambua.

​Menurut Willy Lay, konsentrasi massa dalam skala besar merupakan peluang pasar yang menjanjikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Festival keagamaan dinilai mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal secara instan namun berkelanjutan.

​”Kita ingin festival ini menjadi pusat pertumbuhan baru. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah adalah pasar potensial bagi produk-produk lokal kita,” ungkap Willy Lay, Sabtu (28/3).

​Bupati mengamati bahwa sektor kuliner, kerajinan tangan, dan jasa transportasi di Belu mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan menjelang pembukaan festival.

Hal ini membuktikan bahwa event religi memiliki multiplier effect bagi masyarakat kecil.

​Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk menyediakan ruang bagi para pelaku UMKM di setiap titik keramaian festival.

Tujuannya agar perputaran uang tidak hanya berputar di level korporasi besar, tetapi juga menyentuh pedagang kaki lima dan pengrajin tenun.

​Selain UMKM, sektor perhotelan dan penginapan di Atambua juga melaporkan tingkat okupansi yang tinggi.

Peningkatan arus wisatawan religi ini diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.

​Willy Lay menekankan bahwa jika dikelola secara profesional setiap tahun, festival ini bisa masuk dalam kalender event nasional.

Standarisasi pelayanan dan infrastruktur penunjang akan menjadi fokus perbaikan pemerintah daerah ke depan.

​Ia juga meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan omzet penjualan selama festival berlangsung.

Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk merancang strategi pemberdayaan ekonomi pada tahun-tahun mendatang.

​Visi Bupati Belu ini mendapat respons positif dari pengurus Sinode GMIT.

Kolaborasi antara visi spiritual gereja dan visi ekonomi pemerintah dianggap sebagai bentuk kemitraan yang ideal dalam membangun daerah.

​Dengan menjadikannya agenda tahunan, Kabupaten Belu diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah perbatasan, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang mapan di wilayah Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *