Perangi ‘El Nino Godzilla’, Bupati Belu Rombak Kabinet dan Perketat Pengawasan Inovasi

BERITA, DAERAH3 Dilihat

Perangi 'El Nino Godzilla', Bupati Belu Rombak Kabinet dan Perketat Pengawasan InovasiATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu resmi menyiagakan diri menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem “El Nino Godzilla” yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Belu Willybrodus Lay melantik jajaran pejabat strategis di Gedung Wanita Bete Lalenok, Jumat (8/5/2026), untuk memperkuat ketahanan pangan dan manajemen bencana daerah.

​Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG, kekeringan tahun ini diperkirakan jauh lebih parah dibandingkan periode sebelumnya.

Oleh karena itu, perombakan kabinet ini sengaja dilakukan untuk menempatkan figur-figur yang memiliki kemampuan analisis lapangan yang kuat di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air guna melindungi mata pencaharian petani.

​Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang kini dipimpin oleh Silvia Celeste Do Amaral, mendapat instruksi khusus untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Bupati memerintahkan survei menyeluruh terhadap kondisi embung dan sumber air yang ada di seluruh desa untuk memastikan cadangan air mencukupi selama masa puncak kemarau.

​Selain fokus pada bencana alam, Bupati Willybrodus juga menekankan pada aspek inovasi kerja di lingkungan pemerintahan.

Ia menyatakan bahwa pejabat yang tidak mampu melahirkan inovasi baru akan berada di bawah pengawasan langsung Wakil Bupati Belu.

Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan.

​Dalam aspek tata kota, penataan Pasar Baru menjadi prioritas yang disinggung. Bupati meminta adanya pendekatan persuasif berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur pedagang agar tidak berjualan di badan jalan.

Ketertiban pasar dinilai berkaitan erat dengan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi serta kelancaran arus logistik di pusat kota.

​Kebersihan lingkungan juga menjadi indikator keberhasilan pejabat baru. Dinas Lingkungan Hidup diperintahkan untuk segera memasang papan peringatan larangan membuang sampah di jalan protokol.

Bupati menuntut adanya sanksi tegas bagi pelanggar, sembari meminta Dinas Pendidikan memberikan edukasi budaya bersih sejak dini di lingkungan sekolah.

​Langkah berani Bupati ini disebut-sebut sebagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang dinamis dan tidak kaku.

Dengan target menjadi yang terbaik di Indonesia Timur, setiap pejabat dituntut untuk bekerja ekstra melampaui jam kerja standar demi memastikan keselamatan warga dari dampak buruk perubahan iklim yang mengancam sektor agraris.

​Acara ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat yang baru dilantik.

Kehadiran saksi dari unsur rohaniawan dan Forkopimda menegaskan bahwa tanggung jawab yang diemban bersifat moral dan hukum, terutama dalam mengelola anggaran penanggulangan bencana agar tepat sasaran dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *