Pesan Menohok Wabup Belu: Jabatan Itu Amanah Rakyat, Bukan Kedudukan untuk Gagah-gagahan

BERITA, DAERAH, POLITIK107 Dilihat

Pesan Menohok Wabup Belu: Jabatan Itu Amanah Rakyat, Bukan Kedudukan untuk Gagah-gagahanBELU, GRANDISMA.COM – Pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Kabupaten Belu pada Senin (16/3/2025) diwarnai pesan mendalam dari Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves.

Dengan tegas, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

​Vicente menyoroti fenomena pejabat yang seringkali lupa diri setelah mendapatkan kursi kekuasaan.

Baginya, mentalitas “ingin dilayani” harus dibuang jauh-jauh dari lingkungan birokrasi Kabupaten Belu jika ingin daerah ini maju.

​”Ingat, jabatan ini bukan sekadar kedudukan struktural atau untuk gagah-gagahan. Ini adalah kepercayaan pimpinan dan amanah dari Tuhan melalui suara rakyat yang harus dijalankan dengan rasa takut,” ujar Wabup Vicente.

​Ia meminta para pejabat baru untuk tetap rendah hati dan tidak bersikap eksklusif terhadap bawahan maupun masyarakat.

Komunikasi yang harmonis di lingkungan kerja menjadi kunci suksesnya sebuah program pemerintahan.

​Etika pemerintahan juga menjadi sorotan utama dalam sambutannya.

Seorang pejabat harus mampu menjadi role model atau teladan dalam disiplin dan perilaku bagi staf serta lingkungan sekitarnya.

​Vicente tidak ingin para pejabat terjebak dalam rutinitas formalitas yang membosankan.

Inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk memutus rantai birokrasi yang lamban agar masyarakat merasa terlayani dengan maksimal.

​Selain aspek kerja, Wabup juga menyentuh sisi spiritual.

Ia berharap para pejabat memandang pekerjaan mereka sebagai bentuk ibadah, sehingga segala tindakan yang diambil selalu berorientasi pada kebenaran dan kejujuran.

​Dukungan keluarga pun tak luput dari perhatiannya.

Ia meminta para istri atau suami pejabat untuk memberikan dukungan positif agar pasangan mereka bisa fokus bekerja demi kepentingan pembangunan daerah.

​Prosesi pengambilan sumpah di bawah kitab suci pada hari itu diharapkan bukan sekadar seremonial belaka.

Namun, menjadi pengingat abadi tentang janji setia kepada bangsa dan negara, khususnya untuk masyarakat Belu.

​Wabup Vicente menutup pidatonya dengan harapan agar Belu dipimpin oleh orang-orang yang memiliki hati nurani.

“Bekerjalah dengan hati, maka masyarakat akan mencintai kepemimpinan kalian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *