Belu, Grandisma.com – Direktur Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) John D. Mangu sangat apresiasi kerja sama dengan Pemkab Belu. Mereka bersama-sama membangun 65 unit WC sehat untuk keluarga di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Sabtu (10/01/2026).
Acara peluncuran menarik perhatian banyak pihak. Camat Kakuluk Mesak, Kepala Desa Kabuna, dan tokoh masyarakat hadir langsung. Mereka menyaksikan simbolisasi penyerahan material pembangunan.
John D. Mangu mengatakan program ini bermula dari pertemuannya dengan Wakil Bupati Belu. Mereka bertemu pada bulan Maret 2025. Kedua pihak sepakat untuk mengatasi masalah sanitasi masyarakat miskin.
“Kamar mandi dan WC bukan sekadar fasilitas,” ujar John. Ia menekankan hal itu menyangkut martabat manusia. Menurutnya, sanitasi buruk adalah tanda kemunduran peradaban.
CIRMA menetapkan target besar untuk program ini. Mereka ingin membangun hingga 1.000 unit WC layak. Setiap unit akan memiliki lantai keramik dan fasilitas higienis.
Material pembangunan diberikan secara gratis. Namun, pengerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga. John menjelaskan aturan ini dengan tegas.
“Jika ada keluarga yang tidak berhasil membangun, kemungkinan keluarga lain akan tertunda,” katanya. Aturan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat.
Pemerintah desa dan daerah memberikan dukungan penuh. Mereka membantu koordinasi dan fasilitasi lokasi pembangunan. Babinsa setempat juga turut membantu dalam pengelolaan kelompok.
Keluarga penerima dibagi menjadi 10 kelompok. Ini agar koordinasi gotong royong berjalan optimal. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan khusus dari tim CIRMA.
Tim CIRMA akan tinggal bersama 65 kepala keluarga. Mereka memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan. Pendampingan akan berlangsung hingga pembangunan selesai.
John D. Mangu apresiasi kerja sama yang terjalin. Ia berharap kolaborasi ini menjadi model nyata. Model ini bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lain.
Program di Kabupaten Belu merupakan tahap pertama. Mereka merencanakan lima tahap pengembangan keseluruhan. Potensi perluasan bisa menjangkau desa-desa lain di daerah tersebut.
Penyerahan material berlangsung secara bertahap. Proses pembangunan diharapkan selesai pada Agustus 2026. Tim teknis akan memantau perkembangan setiap minggu.
Kepala Desa Kabuna menyambut baik program ini. Ia mengatakan masyarakat sangat membutuhkan fasilitas sanitasi layak. Banyak keluarga sebelumnya tidak memiliki WC yang memenuhi standar.
Tokoh adat Desa Kabuna mengucapkan terima kasih. Ia berharap program ini bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia juga mengimbau warga untuk merawat fasilitas dengan baik.
John D. Mangu menutup sambutannya dengan harapan. Ia ingin program ini bisa menjadi awal perubahan besar. “WC sehat adalah investasi untuk masa depan masyarakat,” pungkasnya.
