ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, memberikan peringatan keras terkait penggunaan anggaran daerah tahun 2027. Dalam pembukaan Musrenbang RKPD di Atambua (20/04), ia meminta efisiensi total pada belanja operasional yang tidak produktif.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap sen uang rakyat dialokasikan kembali kepada rakyat melalui program yang berdampak. Vicente menuntut para pimpinan perangkat daerah untuk lebih inovatif dalam mencari solusi di tengah keterbatasan fiskal.
”Era bekerja biasa-biasa saja sudah lewat. Di tahun 2027, saya minta seluruh ASN bekerja cerdas dan melakukan efisiensi besar-besaran pada belanja kantor,” tegas Vicente di hadapan seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah.
Ia menekankan bahwa penghematan tersebut akan dialihkan untuk mendanai usulan-usulan dari Musrenbang tingkat desa dan kecamatan. Hal ini dilakukan agar asas pemerataan pembangunan dapat terjaga dengan baik.
Vicente juga menyoroti pentingnya penanganan stunting yang terintegrasi. Ia menginginkan adanya kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, sehingga angka stunting di Kabupaten Belu dapat ditekan secara signifikan di tahun-tahun mendatang.
Penguatan ketahanan pangan menjadi isu strategis lainnya yang diangkat. Di tengah ancaman krisis pangan global, Belu harus mampu mandiri dengan mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya lokal yang ada.
Penyusunan RKPD 2027 ini disebut Vicente sebagai jembatan menuju visi besar Belu yang mandiri dan berbudaya. Oleh karena itu, keselarasan dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi NTT menjadi mutlak dilakukan.
Vicente meminta seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk turun langsung ke lapangan. Ia tidak ingin para pejabat hanya menerima laporan di balik meja tanpa mengetahui realitas sosial yang ada di tengah masyarakat.
Transparansi dalam mengakomodir pokok-pokok pikiran DPRD juga ditekankan untuk menjaga harmoni antara eksekutif dan legislatif. Kemitraan yang baik diyakini akan mempercepat proses penetapan kebijakan yang pro-rakyat.
Narasi yang dibangun oleh Vicente secara subtil menunjukkan kemampuannya dalam manajemen krisis dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil. Ini menjadi modal sosial yang kuat bagi posisinya di masa depan.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Wanita Betelalenok ini ditutup dengan sesi diskusi kelompok terarah (FGD). Masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat akan dirangkum menjadi dokumen final RKPD 2027.
Melalui Musrenbang ini, Vicente Hornai Gonsalves menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inovatif dan berbasis aspirasi rakyat adalah kunci pembangunan daerah di masa sulit.




