Puji Kekayaan Alam Atambua, Istri Mendagri Borong Kain Tenun Belu untuk Oleh-oleh: Ini Luar Biasa!

Puji Kekayaan Alam Atambua, Istri Mendagri Borong Kain Tenun Belu untuk Oleh-oleh: Ini Luar Biasa!ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Di hari terakhir agenda kunjungannya ke Kabupaten Belu, Jumat (17/4/2026), Ny. Tri Tito Karnavian tak kuasa menyembunyikan kekagumannya pada potensi Bumi Sahabat. Tak hanya memuji panorama alam, istri Menteri Dalam Negeri ini juga memborong sejumlah kain tenun sebagai bentuk apresiasi nyata.

​Aksi “borong” ini dilakukan Tri Tito saat mengunjungi Galeri Dekranasda Belu yang menjadi pusat kurasi wastra terbaik di wilayah tersebut. Ia memilih beberapa motif unggulan yang akan dijadikan tanda mata bagi para kolega di Jakarta sebagai bentuk promosi word-of-mouth.

​”Alamnya sangat indah, budayanya luar biasa. Ini kekayaan yang harus dimanfaatkan agar Belu menjadi destinasi wisata menarik,” ungkapnya dengan antusias. Baginya, kain tenun adalah representasi dari keindahan alam Belu yang dituangkan dalam lembaran benang yang rumit.

​Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay selaku Ketua TP PKK Kabupaten Belu tampak menjelaskan satu per satu makna di balik warna dan pola kain yang dipilih. Penjelasan ini memperkuat narasi bahwa setiap lembar tenun Belu membawa cerita kearifan lokal yang mendalam.

​Keterlibatan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Belu, Ny. Maria Fridolin Besin Leon, dalam mengarahkan kelompok penenun juga mendapat apresiasi. Pembinaan yang terstruktur terbukti mampu menghasilkan produk yang tidak hanya estetis secara visual tetapi juga halus secara tekstur.

​Bagi penenun lokal, aksi pembelian langsung oleh tokoh publik seperti Tri Tito Karnavian merupakan bentuk dukungan psikologis yang besar. Hal ini membuktikan bahwa karya tangan mereka memiliki apresiasi harga yang pantas di level pejabat negara.

​Langkah Ketum PKK Pusat ini menjadi materi promosi yang efektif bagi Kabupaten Belu. Narasi bahwa tokoh nasional bangga mengenakan tenun Belu akan meningkatkan kepercayaan diri para perajin untuk terus berinovasi.

​Edukasi peluang usaha yang disampaikan dalam pertemuan ini menyasar pada penguatan manajemen kelompok. Perajin diarahkan untuk memahami standar kualitas ekspor, mengingat minat wisatawan mancanegara terhadap produk otentik kian meningkat.

​Kunjungan ini juga meninjau kesiapan infrastruktur galeri dalam menyambut tamu VIP. Standarisasi pelayanan di Galeri Dekranasda Belu dinilai sudah cukup baik untuk menjadi etalase utama produk-produk unggulan daerah.

​Selain kain, Tri Tito juga memperhatikan detail proses pembuatan motor f dan pewarnaan benang. Ia menekankan bahwa keunikan proses tradisional inilah yang menjadi nilai jual tak ternilai di pasar global yang jenuh dengan produk massal pabrikan.

​Kekayaan budaya Belu diharapkan dapat terintegrasi dengan paket wisata daerah. Wisatawan yang datang tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga bisa belajar menenun dan membawa pulang karya mereka sendiri sebagai kenang-kenangan eksklusif.

​Pernyataan penutup dari Tri Tito menegaskan bahwa PKK akan selalu menjadi mitra strategis dalam pengembangan UMKM di daerah. Dengan sinergi yang kuat, produk perbatasan diharapkan mampu menjadi primadona di pasar dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *