Musim Kemarau Bukan Penghalang, Petani Belu Panen Jagung Hibrida dengan Penyiraman Terbatas

BERITA, PERTANIAN6 Dilihat

Musim Kemarau Bukan Penghalang, Petani Belu Panen Jagung Hibrida dengan Penyiraman TerbatasBELU, GRANDISMA.COM – Musim kemarau tidak selalu menjadi hambatan bagi petani untuk menghasilkan pangan.

Hal itu dibuktikan melalui panen jagung hibrida BISI 235 Macho di Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Sabtu (17/10/2026).

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H.

Panen jagung varietas hibrida F1 super produksi PT BISI International Tbk. itu menunjukkan bahwa budidaya jagung masih berpeluang dilakukan di tengah keterbatasan air, asalkan didukung teknik budidaya, pendampingan, dan pengelolaan sumber daya yang tepat.

Boni, perwakilan petani Rotiklot, menjelaskan bahwa proses budidaya jagung tersebut mendapat pendampingan dari BISI International dan Roda Tani sejak tahap awal penanaman hingga panen.

Menurutnya, varietas yang ditanam mampu tumbuh dengan penyiraman terbatas, sekitar sekali dalam seminggu.

“Selama masa tanam hingga panen ini, saya menyiram sekitar 10–12 kali,” ungkap Boni. Ia juga menyampaikan bahwa hasil panen tersebut telah menarik minat pembeli yang menawarkan harga Rp8.000 per kilogram.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengapresiasi keberhasilan petani yang mampu menunjukkan bahwa kegiatan pertanian tidak harus berhenti ketika musim hujan berakhir.

Menurutnya, panen tersebut menjadi contoh penting bagi pengembangan pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi musim.

“Biasanya, dalam benak kita, panen jagung itu setelah musim hujan. Hari ini kita melihat bahwa pada musim kemarau pun kita bisa panen jagung. Ini luar biasa,” tegas Willybrodus.

Ia menyebut pendampingan dari BISI International dan Roda Tani turut mendukung keberhasilan petani.

Pemerintah Kabupaten Belu berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut sehingga semakin banyak petani memperoleh pengetahuan dan dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Keberhasilan panen di Rotiklot diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain di Kabupaten Belu untuk terus berinovasi.

Dengan memperhatikan ketersediaan air, kesesuaian varietas, serta pendampingan teknis, pertanian di musim kemarau berpeluang menjadi salah satu upaya menjaga produksi pangan daerah. (Prokopimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *