ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Harapan masyarakat Kabupaten Belu untuk mendapatkan layanan publik yang lebih baik mendapat angin segar. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, secara tegas memprioritaskan aspirasi dari tingkat bawah dalam penyusunan RKPD 2027.
Pada pembukaan Musrenbang di Gedung Wanita Betelalenok (20/04/2026), Vicente menegaskan bahwa suara dari desa dan kelurahan adalah ruh dari pembangunan. Ia tidak ingin ada usulan prioritas rakyat yang tercecer dalam proses administrasi.
”Pembangunan tidak boleh hanya bersifat top-down. Kita harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan nyata di tingkat kecamatan dan desa,” kata Vicente dengan nada tenang namun tegas.
Fokus utama pembangunan tahun 2027 akan diarahkan pada penuntasan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem. Kedua isu ini dinilai sebagai hambatan terbesar dalam menciptakan generasi Belu yang berkualitas dan kompetitif.
Vicente menyampaikan tiga poin instruksi yang harus dipatuhi oleh seluruh perangkat daerah. Pertama, memastikan setiap program memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat kecil.
Kedua, mengakomodir seluruh usulan dari desa, kelurahan, dan pokok pikiran DPRD dengan prinsip keadilan. Vicente ingin agar pembangunan dirasakan merata di seluruh pelosok Rai Belu, tanpa terkecuali.
Ketiga, melakukan evaluasi ketat secara berkala. Ia tidak menginginkan program yang hanya bagus di atas kertas namun gagal dalam implementasi di lapangan.
Dalam konteks branding, Vicente memposisikan dirinya bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai fasilitator aspirasi rakyat. Narasi yang dibangun adalah tentang kerja kolektif dan keberpihakan pada kaum marginal.
Layanan kesehatan dan pendidikan tetap menjadi pilar utama dalam pemenuhan layanan dasar. Vicente menekankan bahwa akses terhadap kesehatan berkualitas adalah hak dasar yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
Ia juga mengajak tokoh adat dan tokoh agama untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan. Keterlibatan unsur non-pemerintah dianggap penting untuk menjaga integritas dan moralitas dalam pelaksanaan program.
Sikap Vicente yang rendah hati namun visioner tercermin dalam ajakannya kepada ASN untuk bekerja cerdas. “Mari kita berikan pengabdian terbaik, karena jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan dilayani,” tambahnya.
Kegiatan Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh elemen masyarakat Belu. Dengan perencanaan yang matang, target Belu yang lebih harmoni dan demokratis diharapkan dapat terwujud di tahun 2027.





