Hadiri Dies Natalis Ke-76 GMKI dan Launching Buku “Lentera Perubahan”, Gubernur Melki: GMKI Harus Menjadi Lentera Perubahan Bagi NTT

BERITA, DAERAH138 Dilihat

Hadiri Dies Natalis Ke-76 GMKI dan Launching Buku “Lentera Perubahan”, Gubernur Melki: GMKI Harus Menjadi Lentera Perubahan Bagi NTTKupang, Grandisma.com – Momentum Dies Natalis ke-76 Gabungan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Lentera Perubahan.

Menurut Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bukti bahwa kader GMKI terus berpikir, menulis, dan berkarya bagi daerah dan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri acara Launching Buku GMKI Lentera Perubahan dan Ibadah Syukuran Dies Natalis GMKI ke-76 Tahun yang berlangsung di Gedung Kebaktian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Karmel Fatululi, Senin (9/2) siang.

Kegiatan yang mengusung tema “Berubahlah, Temukan Kasih Allah dalam Kehidupan” juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, Ketua Cabang GMKI Kupang Usi Andraviani Laiya, jajaran Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang, para senior GMKI, serta kader GMKI dari berbagai wilayah.

Gubernur Melki mengapresiasi inisiatif GMKI Cabang Kupang yang menghadirkan karya intelektual melalui buku Lentera Perubahan: Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang.

Menurutnya, di tengah tantangan literasi dan arus pragmatisme, pilihan untuk menulis dan membukukan gagasan merupakan langkah strategis dan visioner.

“Judul Lentera Perubahan adalah metafora yang kuat. Lentera adalah cahaya yang menerangi jalan di tengah kegelapan. GMKI sejak kelahirannya 76 tahun lalu telah menempatkan diri sebagai lentera di tengah bangsa, menerangi ruang-ruang gelap ketidakadilan, kemiskinan, dan krisis moral melalui gagasan dan pelayanan kadernya,” ujar Melki.

Ia menegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi jejak sejarah dan rekam pemikiran kader GMKI dalam merespons realitas sosial di daerah.

“Buku ini menunjukkan bahwa kader GMKI tidak hanya hadir dalam forum diskusi dan mimbar ibadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, berpikir kritis, bekerja nyata, dan berakar pada nilai iman,” tambahnya.

Dalam refleksi usia ke-76 GMKI, Gubernur menyampaikan bahwa organisasi harus semakin dewasa, bijak, dan mapan dalam sikap serta perbuatan.

“GMKI harus tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual, menjadi garam dan terang di kampus, gereja, dan masyarakat. Jangan berhenti pada romantisme masa lalu, tetapi terus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak GMKI untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi NTT.

Ia menyebutkan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi NTT seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), NTT Mart, dan Gerakan Beli NTT sebagai wujud penguatan ekonomi lokal.

“Bayangkan jika setiap kader GMKI menjadi lentera perubahan di komunitasnya masing-masing, menjadi guru yang menginspirasi, pendamping desa yang solutif, atau penggerak ekonomi kreatif. Inilah kontribusi nyata yang kita harapkan untuk membangun NTT yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga idealisme, integritas, dan kepekaan sosial kader GMKI.

“Jagalah idealisme, rawatlah kepekaan sosial, dan teruslah berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan. Kita membutuhkan mahasiswa yang bukan hanya vokal, tetapi juga solutif,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Cabang GMKI Kupang Usi Andraviani Laiya menyampaikan bahwa buku Lentera Perubahan lahir dari pergumulan iman dan realitas sosial yang dihadapi kader GMKI.

“Buku ini adalah persembahan iman dan budaya bagi NTT. Ia lahir dari kegelisahan melihat kemiskinan, ketidakadilan, dan berbagai persoalan sosial di sekitar kita. Harapannya buku ini dapat mendorong dan memotivasi, saling berbagi untuk generasi muda NTT,” ujarnya.

Perwakilan senior GMKI sekaligus salah satu penulis buku, Winston Neil Rondo, menambahkan bahwa buku ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk diperjuangkan.

“GMKI dilahirkan dari kegelisahan melihat Gereja dan masyarakat. Karena itu kita membutuhkan kader yang jelas sikapnya dan berintegritas dalam mendukung perjuangan organisasi,” tegasnya.

Buku Lentera Perubahan kini telah tersedia dan dapat diakses melalui NTT Mart dengan harga Rp150.000 per eksemplar.

Diharapkan kehadiran buku ini menjadi awal dari gerakan literasi kader GMKI serta memperkuat peran organisasi dalam membangun NTT. (Biro Administrasi Pimda NTT) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *