Gubernur NTT: Swasembada Pangan Jadi Kebanggaan Bangsa, NTT Siap Kontribusi  

BERITA, DAERAH, EKONOMI303 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan bahwa pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merupakan kebanggaan besar bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kekuatan dan kemandirian negara yang mampu mewujudkan target ambisius dalam waktu kurang lebih satu tahun.

Acara pengumuman swasembada pangan yang dilakukan pada Rabu (7/1/2026) siang ini diikuti oleh Gubernur Laka Lena beserta Wakil Gubernur Johni Asadoma secara daring dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, berlokasi di Kompleks Kantor Bupati Kupang di Jl. Timor Raya Km. 36, Oelamasi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda NTT dan Kabupaten Kupang, serta perwakilan penyuluh pertanian, satgas swasembada pangan, dan petani.

“Ini adalah kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena mampu berswasembada pangan. Itu artinya kita memiliki kekuatan jika bersatu, bukan hanya sektor pangan tapi sektor yang lain juga,” ucap Gubernur Laka Lena

Gubernur NTT menegaskan bahwa Provinsi NTT yang memiliki potensi besar di sektor pertanian siap memberikan kontribusi maksimal untuk mendukung kelanjutan swasembada pangan nasional.

Langkah yang akan ditempuh adalah memanfaatkan dan mengoptimalkan seluruh lahan yang ada di wilayahnya untuk meningkatkan produksi pangan.

“NTT sebagai daerah yang juga punya potensi di sektor pertanian, tentu kita akan bekerja keras dan berkontribusi juga di sektor pertanian dan pangan dengan memanfaatkan seluruh lahan yang ada agar dioptimalkan,” jelasnya.

Capaian swasembada pangan nasional ini didukung oleh berbagai langkah strategis pemerintah, antara lain peningkatan produksi secara masif melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, memperkuat pasokan benih unggul, pengembangan irigasi, modernisasi pertanian, serta peremajaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan penting seperti penyederhanaan regulasi pupuk yang membuat harga pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, serta penyerapan gabah petani oleh Perum BULOG dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan cadangan beras namun juga mendorong peningkatan pendapatan petani.

Dampak positif swasembada pangan juga terasa pada sektor ekonomi, di mana nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 tercatat 125,35 atau tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata NTP tahun 2025 mencapai 123,26.

Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025, menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional

Selain itu, penghentian impor beras oleh Indonesia berdampak signifikan pada pasar dunia dengan menurunkan harga beras dunia dari sekitar USD 660 per metrik ton menjadi USD 368 per metrik ton, atau turun sebanyak 44,2 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *