Ende, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) telah meresmikan NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Jalan Soekarno, Kabupaten Ende, Minggu (14/11/2025).
Acara resmikan menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat pasar produk unggulan lokal agar semakin dikenal dan memiliki jaminan pemasaran yang baik.
Kegiatan resmikan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Bupati Ende, Dewan Kerajinan dan Pertanian (Dekranasda) Kabupaten Ende, Forkopimda, Otoritas Daerah Pemerintah (OPD) terkait, serta ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil (IKM) dari daerah sekitar.
Semua hadirin menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kehadiran fasilitas baru ini.
Dalam pidatonya, Gubernur NTT menjelaskan bahwa NTT Mart dan Dapur Flobamorata didirikan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT.
Tujuan utama adalah menciptakan pusat pemasaran khusus yang menjadi gerbang bagi produk lokal NTT untuk merambah pasar yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar toko biasa, melainkan pusat pemasaran yang dirancang untuk memajukan produk anak-anak NTT,” ujar Gubernur.
Ia menekankan bahwa fasilitas ini diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan hasil karya mereka secara optimal.
Gubernur juga menyatakan bahwa NTT Mart merupakan simbol kehadiran negara yang aktif membuka peluang pasar bagi UMKM dan IKM.
Menurutnya, pasar ini milik seluruh masyarakat NTT, untuk masyarakat, dan arah pertumbuhannya ditentukan bersama-sama.
“Pasar ini milik kita, untuk kita, dan kita yang akan membawanya maju. Kehadirannya harus menjadi bukti bahwa pemerintah peduli terhadap kemajuan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Selain sebagai tempat pemasaran, NTT Mart juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi.
Gubernur menjelaskan bahwa hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan akan membuat produk mentah lokal mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Kita tidak hanya menjual produk mentah, tetapi harus mengolahnya sehingga harganya lebih baik dan daya saingnya meningkat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Dapur Flobamorata akan berperan penting dalam memfasilitasi olahan produk pangan lokal.
Gubernur juga menekankan pentingnya pelatihan, pendampingan, dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan IKM.
Menurutnya, hal ini diperlukan agar mereka dapat berpikir dan bertindak sebagai pengusaha yang tangguh dan memiliki daya saing di pasar.
“Tanpa pengetahuan dan keterampilan yang baik, usaha kita akan sulit berkembang. Oleh karena itu, pelatihan akan terus diberikan untuk mendukung pertumbuhan mereka,” ujarnya.
NTT Mart Ende yang dikelola bersama Dekranasda Kabupaten Ende saat ini telah menampilkan 956 produk IKM lokal.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari olahan pangan seperti kopi, madu, gula semut, hingga kerajinan tangan seperti tenun ikat dan barang keramik.
“Antusiasme pelaku usaha sangat luar biasa. Banyak yang bersemangat untuk menampilkan produk mereka di sini, dan kita harapkan jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Ketua Dekranasda Kabupaten Ende
Ke depan, Gubernur memiliki impian besar agar NTT Mart tidak hanya ada di Ende, tetapi juga hadir di berbagai daerah di Indonesia. Khususnya di wilayah yang memiliki komunitas warga NTT yang besar, agar produk lokal bisa dikenal lebih luas.
Selain itu, Gubernur juga mengajak sekaligus mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTT untuk berbelanja di NTT Mart minimal sebulan sekali.
Ini dianggap sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM sekaligus kontribusi terhadap Penerimaan Asli Daerah (PAD).
Gubernur menutup pidatonya dengan meminta seluruh masyarakat NTT untuk cintai dan banggakan produk lokal.
Ia berharap NTT Mart dan Dapur Flobamorata akan menjadi motor penggerak ekonomi, ruang kolaborasi, dan harapan baru bagi masyarakat NTT untuk bangkit, mandiri, dan berdaya saing.






