KUPANG, GRANDISMA.COM – Kunjungan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ke Amarasi Selatan, Kamis (26/3/2026), tidak hanya diwarnai oleh rasa bangga atas prestasi internasional Nono, sang bocah jenius sempoa
Di balik keriuhan apresiasi tersebut, Gubernur juga dihadapkan pada realitas pahit yang dihadapi warga sehari-hari.
Sembari memberikan semangat kepada Nono di Desa Sonraen, Gubernur Melki menerima berbagai keluhan dari tokoh masyarakat dan pihak keluarga.
Isu yang paling mencuat adalah krisis air bersih yang masih menjerat wilayah tersebut, memaksa warga bergantung sepenuhnya pada pasokan air tangki yang mahal.
”Kami sangat bangga dengan kunjungan Bapak Gubernur, namun kami juga memohon perhatian atas kebutuhan air bersih yang selama ini sulit didapatkan di daerah kami,” ujar salah satu perwakilan warga di sela-sela pertemuan tersebut.
Selain air, infrastruktur dasar lainnya juga menjadi sorotan.
Warga mengusulkan adanya perbaikan akses jalan yang memadai untuk memudahkan mobilitas hasil pertanian, serta permohonan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas panen warga.
Aspirasi ini menjadi kontras yang menarik: di satu sisi Amarasi melahirkan talenta kelas dunia, namun di sisi lain infrastruktur dasarnya masih tertinggal.
Kondisi ini menuntut pemerintah untuk melakukan pendekatan pembangunan yang lebih holistik di wilayah perbatasan dan pelosok.
Merespons hal tersebut, Gubernur Melki tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, untuk segera menindaklanjuti kebutuhan bibit, pupuk, dan alsintan bagi petani di Amarasi Selatan.
Terkait masalah keamanan, keluarga Nono dan tokoh masyarakat juga menyampaikan perlunya pembangunan fasilitas keamanan seperti Polsek dan Koramil di wilayah tersebut.
Hal ini dianggap penting mengingat posisi strategis wilayah yang berdekatan dengan jalur-jalur penting di Kabupaten Kupang.
Gubernur berjanji akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan air bersih dan perbaikan jalan.
Baginya, kenyamanan warga dan ketersediaan fasilitas dasar adalah penunjang utama agar anak-anak seperti Nono dapat belajar dengan lebih tenang dan fokus.
Dalam kunjungan yang turut didampingi Kadis Pertanian Joaz Bily Oemboe Wanda dan Kadis Perhubungan Frederik Christian Purwanto Koenunu ini, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan fisik dan pembangunan SDM harus berjalan beriringan tanpa mengesampingkan satu sama lain.
Kunjungan ke Amarasi Selatan ini akhirnya menjadi potret utuh tantangan NTT masa kini.
Antara merayakan kecerdasan individu yang mendunia dan berjuang memenuhi kebutuhan kolektif masyarakat yang masih mendasar, sebuah dinamika pembangunan yang harus segera dicarikan solusinya oleh Pemerintah Provinsi NTT.
