Gubernur NTT Dilantik sebagai Penasihat DPP Paroki Naikoten, Ajak Gereja Hadirkan Iman Berbuah Nyata

BERITA, DAERAH, RELIGI201 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dilantik sebagai Penasihat Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph Naikoten Kupang. Acara pelantikan diadakan dalam rangka Perayaan Ekaristi Kudus yang dihelat pada Minggu pagi, 14 Desember 2025.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WITA bertempat di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang juga memberikan khotbah pada kesempatan itu.

Dalam pidatonya setelah pelantikan, Gubernur NTT menegaskan bahwa kehadirannya sebagai Penasihat DPP bukan dalam kapasitas jabatan pemerintahan. Ia menyatakan diri sebagai umat paroki St. Yoseph Naikoten dan saudara seiman yang ingin berkontribusi pada pelayanan pastoral.

“Peran saya di sini bukan sebagai gubernur, melainkan sebagai seorang umat yang ingin membantu paroki mengembangkan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga,” ujar Gubernur Laka Lena.

Khotbah yang disampaikan Mgr. Hironimus Pakaenoni menekankan bahwa masa Adven bukan hanya masa penantian. Menurutnya, Adven adalah masa sukacita yang harus diwujudkan dalam tindakan pelayanan kepada sesama.

“Sukacita Adven bukan hanya perasaan dalam hati, tetapi sebuah misi. Kita dipanggil untuk menjadi tanda kehadiran Kristus ketika kita melayani dengan kasih kepada yang membutuhkan,” tegas Uskup Agung Kupang.

Pelantikan DPP Paroki St. Yoseph Naikoten ini bukan sekadar pengangkatan pengurus. Menurut Mgr. Hironimus, itu adalah perutusan rohani bagi setiap anggota untuk menghadirkan Kristus melalui pelayanan yang penuh dedikasi.

Gubernur NTT dalam kesempatan tersebut juga mengajak Gereja dan seluruh umat Katolik untuk menghayati masa Adven dengan cara yang berbeda. Ia meminta agar iman yang dianut tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Iman tidak boleh cuma ucapan atau ritual semata. Iman harus hadir dalam pelayanan yang menyentuh persoalan hidup nyata umat, terutama mereka yang kecil dan rentan,” katanya.

Mengacu pada Injil Matius 11:2–11, Gubernur menyampaikan bahwa iman yang hidup harus membawa pemulihan dan harapan. Ia menekankan pentingnya Gereja berperan dalam menangani berbagai persoalan sosial yang ada di NTT.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah meningkatnya kasus HIV/AIDS yang telah menyentuh anak-anak usia remaja bahkan siswa sekolah menengah pertama (SMP). Gubernur menyatakan bahwa situasi ini menjadi alarm bagi semua elemen masyarakat.

“Kita harus bertindak cepat. Gereja, keluarga, dan pemerintah harus bekerja sama untuk melindungi generasi muda dari ancaman HIV/AIDS melalui pendidikan iman dan moral,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di NTT. Menurutnya, sekitar 70 persen penghuni lembaga pemasyarakatan di provinsi ini adalah pelaku KDRT, sehingga pencegahan harus dimulai dari keluarga yang harmonis.

Dalam konteks pelayanan pastoral, Gubernur mendorong Gereja untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Ia menyarankan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) umat, koperasi paroki, serta gerakan One Church One Product (OCOP) yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart dan Dapur Flobamora.

Pelantikan DPP Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang diharapkan menjadi momentum perutusan untuk membangun Gereja yang hidup, beriman, dan peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *