Gubernur NTT Pimpin Apel Bersama, Tegaskan Disiplin dan Integritas bagi ASN

BERITA122 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT pada Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah.

Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta seluruh Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Semua peserta mengikuti apel dengan penuh perhatian terhadap amanat yang disampaikan.

Dalam pembukaan amanatnya, Gubernur Melki mengingatkan jajaran ASN untuk tetap konsisten menjaga integritas, profesionalitas, dan disiplin dalam setiap tugas yang dilaksanakan.

Pentingnya tiga nilai tersebut telah ditekankan secara berulang sebagai dasar kerja yang tidak bisa dikompromikan.

“Sudah hampir setahun kepemimpinan saya bersama Pak Wagub, saya ingin para ASN untuk terus jaga disiplin dalam kehadiran apel juga dalam pelaksanaan tugas,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, tahun lalu masih diberikan toleransi terkait beberapa hal, namun kondisi berbeda pada tahun ini.

Aturan akan ditegakkan dengan tegas untuk memastikan semua program yang direncanakan dapat tercapai.

Tanpa disiplin yang kuat, kata dia, berbagai langkah pembangunan akan sulit untuk diwujudkan sesuai target yang telah ditetapkan.

Gubernur juga menyampaikan terkait ulah negatif beberapa oknum Diaspora NTT di daerah lain yang perlu dijadikan pelajaran.

Perluasan perhatian terhadap kondisi tersebut telah dilakukan oleh pemerintah provinsi untuk mencegah terjadinya hal serupa.

Ia meminta jajaran ASN yang memiliki sanak keluarga di luar NTT untuk selalu menjaga sikap dan perilaku serta menghormati aturan selama melaksanakan pendidikan atau bekerja.

Diaspora NTT yang ada di luar daerah, katanya, merupakan cerminan wajah orang NTT secara keseluruhan.

“Dengan kita menjaga hal-hal baik tersebut, maka reputasi dan nama baik kita NTT juga pasti baik,” tambahnya.

Dampak positifnya, orang-orang luar akan tertarik untuk berkunjung ke NTT dan stigma negatif yang pernah melekat dapat dihilangkan.

Gubernur juga menyebutkan peristiwa meninggalnya siswa Kelas IV SD asal Kampung Dona, Desa Naruwolo Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada sebagai tamparan keras bagi pemerintah.

Perhatian khusus terhadap kasus ini telah diberikan oleh tim pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Menutup amanatnya, Gubernur Melki kembali berpesan kepada para ASN untuk selalu menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja.

Keberhasilan visi misi program Asta Cita dari Presiden Prabowo dan Dasa Cita di daerah, katanya, sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras jajaran ASN NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *