Gandeng PLN dan Undana, Pemprov NTT Pacu Transisi Energi demi Target 100 GW Prabowo

BERITA, DAERAH116 Dilihat

Gandeng PLN dan Undana, Pemprov NTT Pacu Transisi Energi demi Target 100 GW PrabowoKUPANG, GRANDISMA.COM – Gerak cepat ditunjukkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyambut era transisi energi nasional.

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi memulai langkah kolaboratif untuk memetakan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah di wilayah kepulauan tersebut.

​Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transisi energi sebagai prioritas utama.

Fokus utamanya adalah mengejar target ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mencapai 100 Gigawatt di seluruh Indonesia.

​Pada Selasa (24/3/2026), suasana hangat menyelimuti Rumah Jabatan Gubernur saat Melki menjamu jajaran PLN dan pakar dari Universitas Nusa Cendana.

Pertemuan tersebut membahas peta jalan teknis agar potensi matahari dan angin di NTT bisa segera dikonversi menjadi daya listrik yang stabil.

​Melki menyatakan bahwa beralih dari energi fosil adalah kunci untuk mewujudkan efisiensi energi.

NTT, dengan karakteristik wilayah yang luas dan terpisah-pisah, sangat membutuhkan solusi energi lokal yang mandiri dan tidak tergantung pada pengiriman bahan bakar fosil.

​“Pemerintah daerah berkomitmen penuh. Kami akan memastikan perizinan dan dukungan kebijakan di tingkat lokal berjalan mulus untuk percepatan transisi ini,” tutur Gubernur Melki

​Keterlibatan akademisi seperti Prof. Philiphi de Rozari dari Undana dianggap krusial. Perguruan tinggi diminta berperan aktif dalam kajian teknis serta menyiapkan kurikulum yang relevan agar pemuda NTT siap bekerja di industri energi masa depan.

​Dinas ESDM NTT yang dipimpin Viktor Manek pun telah diperintahkan untuk melakukan koordinasi lintas sektor.

Tujuannya adalah memastikan bahwa pengembangan EBT selaras dengan rencana tata ruang wilayah dan tidak berbenturan dengan kepentingan lingkungan hidup.

​General Manager PLN NTT, F. Eko Sulistyono, menyambut baik dukungan penuh dari pemerintah provinsi.

Baginya, sinkronisasi ini akan memudahkan PLN dalam melakukan investasi infrastruktur kelistrikan yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.

​PLN saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap proyek-proyek EBT yang sudah ada.

Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam mendukung sistem kelistrikan yang ada di NTT saat ini.

​Penyusunan rencana pengembangan yang terukur menjadi agenda prioritas berikutnya.

Rencana ini tidak hanya menyasar proyek skala besar, tetapi juga skema-skema mikro yang bisa memberdayakan komunitas pedesaan di daerah-daerah terpencil.

​Salah satu terobosan yang direncanakan adalah penyiapan sejumlah lokasi sebagai proyek percontohan.

Jika berhasil, model pengembangan EBT di lokasi tersebut akan segera diduplikasi ke seluruh kabupaten di NTT yang memiliki karakteristik serupa.

​Keberhasilan transisi energi di NTT diprediksi akan menjadi barometer nasional.

Dengan sinergi yang kuat, mimpi untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui tangan-tangan lokal di NTT bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *