Gubernur NTT Luncurkan PPDS Bali–Nusra di Undana, Dijadikan Fondasi Sistem Kesehatan Baru  

Kupang, Grandisma.com – Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB, dan NTT (Bali–Nusra) resmi diluncurkan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Jumat (13/2).

Kegiatan ini ditetapkan sebagai fondasi baru bagi sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas di kawasan tersebut.

Kegiatan peluncuran dilakukan sebagai tindak lanjut kerja sama regional yang telah disepakati di Labuan Bajo pada Rabu (28/1) lalu.

Kerjasama ini dirancang untuk menjawab tantangan akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti NTT.

Dua program utama diluncurkan pada kesempatan tersebut, yaitu Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Kedua prodi ini dinilai sangat krusial bagi pembangunan kesehatan di NTT.

Keterbatasan dokter anestesi menjadi permasalahan serius yang dihadapi daerah.

Kasus penundaan operasi atau rujukan pasien sering terjadi karena tenaga anestesi tidak tersedia.

Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak di NTT masih tergolong tinggi.

“Program ini adalah solusi nyata, bukan sekadar proyek akademik,” ujar Gubernur Melkiades Laka Lena.

Ia berharap peserta didik yang menempuh pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia dapat kembali mengabdi di daerah asalnya.

Peluang untuk menjadi dokter spesialis kini lebih mudah dijangkau bagi anak-anak NTT.

“Harapan kami, mereka kembali dan membangun daerahnya sendiri,” ungkap gubernur.

Rektor Undana Jefri S. Bale menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi pendidikan kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

Amanah untuk menjalankan program ini diberikan melalui surat Dirjen Dikti Saintek.

Kepercayaan negara diberikan kepada Undana, Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Udayana (Unud) untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia kesehatan.

Tujuan utama tidak hanya mencetak dokter unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek RI Togar Mangihut Simatupang menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari visi Indonesia Sehat 2045.

Juga sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis dan penyerahan salinan keputusan izin pembukaan prodi kepada pihak kampus terkait.

Turut hadir jajaran Forkopimda NTT, perwakilan pemerintah daerah lain, serta organisasi profesi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *