Atambua, Grandisma.com – Lima misi strategis pembangunan telah dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belu Tahun 2027.
Pengumuman ini disampaikan saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 yang dibuka Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, di Gedung Wanita Bete Lalenok, Atambua, Rabu (29/01/2026).
Forum konsultasi publik tersebut diadakan sebagai tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
Ruang untuk berbagi aspirasi masyarakat disediakan dalam menetapkan arah dan prioritas pembangunan Kabupaten Belu tahun depan.
Dalam sambutannya, Wabup Vicente menyampaikan bahwa mekanisme perencanaan pembangunan daerah harus dilalui sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Hari ini kita berkumpul untuk mengikuti Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kabupaten Belu Tahun 2027. Forum ini sangat penting karena menjadi bagian dari mekanisme perencanaan pembangunan daerah yang harus dilalui,” ujarnya.
RKPD Kabupaten Belu Tahun 2027 disusun sebagai penjabaran dari RPJMD untuk jangka waktu satu tahun.
Proses penyusunan mulai dari rancangan awal hingga penetapan dokumen akhir telah diatur secara jelas.
Diharapkan melalui forum ini, arah dan prioritas pembangunan dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.
Selain itu, perencanaan juga harus menjawab isu-isu strategis daerah dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional serta Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Visi pembangunan jangka menengah daerah tahun 2025–2029 yakni “Belu yang Berkualitas, Mandiri, Harmonis, Demokratis, dan Berbudaya” menjadi acuan utama dalam penyusunan misi-misi strategis tersebut.
Kelima misi yang telah ditetapkan meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi daerah, pembangunan infrastruktur dan lingkungan berbasis tata ruang, penataan birokrasi yang profesional dan berintegritas, serta pengembangan dan pelestarian budaya dan kearifan lokal secara berkelanjutan.
Fokus pembangunan tahun 2027 diarahkan pada peningkatan pelayanan dasar dan kualitas sumber daya manusia.
Dukungan diberikan melalui berbagai komponen pembangunan lainnya seperti infrastruktur, tata kelola pemerintahan, budaya, dan ekonomi daerah.
Untuk mewujudkan Lima Misi Strategis tersebut, sepuluh program prioritas telah disusun.
Program-program tersebut antara lain peningkatan kualitas pendidikan dasar, pemenuhan layanan kesehatan dasar, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas tenaga kerja, penyediaan rumah layak huni, pemenuhan kebutuhan air bersih, digitalisasi layanan pemerintah, peningkatan kesejahteraan ASN, serta perwujudan Belu sebagai Sentral Festival of Timor.
Isu kemiskinan juga menjadi perhatian utama yang harus dijabarkan secara konkret dalam RKPD 2027.
Tujuan utama adalah menurunkan tingkat kemiskinan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Belu.
Efisiensi dan efektivitas belanja daerah ditegaskan sebagai hal penting, terutama dalam kondisi keterbatasan penerimaan dana transfer dari pemerintah pusat.
Setiap program dan kegiatan harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan Kabupaten Belu tidak boleh berhasil di atas kertas, tetapi gagal di meja makan rakyat,” tegas Wakil Bupati.
Seluruh perangkat daerah diminta untuk menyediakan data akurat dan menyelesaikan Renja perangkat daerah secara tepat waktu. Kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur termasuk Plh. Sekretaris Daerah, Plh. Kabid PPEPD Bapperida Provinsi NTT, akademisi, pimpinan OPD, dan camat se-Kabupaten Belu.
