Dua Kali Raih Rekor MURI, Fulan Fehan Akan Kembali Gelar Festival Budaya Tahun Ini

BERITA, DAERAH, PARIWISATA197 Dilihat

Dua Kali Raih Rekor MURI, Fulan Fehan Akan Kembali Gelar Festival Budaya Tahun IniBelu, Grandisma.com – Destinasi wisata unggulan Kabupaten Belu, Fulan Fehan, yang telah dua kali meraih rekor MURI, akan kembali digelar festival budayanya pada tahun ini.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay, SH saat menyambut kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, di Padang Sabana Fulan Fehan, Kamis (12/02/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah rombongan bersama Bupati Willy Lay menyelesaikan kunjungan kerja untuk melakukan site visit perkembangan pembangunan Bendungan Maliana II di perbatasan RI–RDTL.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, tempat Fulan Fehan berada.

Fulan Fehan dikenal sebagai Dataran Tinggi Terindah Kabupaten Belu.

Ketika tiba di lokasi, seluruh rombongan menyempatkan diri untuk berfoto bersama sambil menikmati panorama hamparan sabana yang luas dan memukau.

Dalam kesempatan bertemu dengan Deputi Bidkoor Pollugri, Bupati Willy Lay menjelaskan tentang pencapaian festival yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Sebanyak dua kali penyelenggaraan Festival Fulan Fehan telah berhasil digelar dengan sukses besar oleh pemerintah daerah.

Rekor nasional dari MURI juga telah dicatatkan pada salah satu ajang festival tersebut.

Sebanyak 6.000 penari Likurai telah dipertunjukkan dalam acara yang menjadi sorotan nasional itu.

Beragam pertunjukan seni dan budaya khas Belu juga telah dipaparkan dalam dua kali festival yang lalu.

Konsep acara yang kaya akan nilai lokal tersebut menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari berbagai daerah.

Tarian Likurai dan Tarian Antama menjadi bagian utama dari rangkaian pertunjukan.

Selain itu, fashion show dan orkes suling bambu juga telah disajikan sebagai bagian dari kekayaan budaya yang ingin diperkenalkan.

Pada tahun ini, serangkaian kegiatan serupa akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Belu.

Tujuan utama dari penyelenggaraan festival adalah untuk mempromosikan destinasi pariwisata Fulan Fehan secara lebih luas.

Melestarikan budaya lokal juga menjadi salah satu fokus utama dari acara yang akan digelar.

Selain itu, hubungan persahabatan terutama dengan Negara Timor Leste diharapkan dapat dipererat melalui ajang budaya ini.

Peningkatan ekonomi masyarakat juga menjadi tujuan yang ingin dicapai.

Dengan digelarnya festival, berbagai sektor usaha lokal diharapkan akan mendapatkan dampak positif yang signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *