Belu, Grandisma.com – Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, ke destinasi wisata Fulan Fehan telah dilakukan pada Kamis (12/02/2026), dengan tujuan untuk mendorong promosi pariwisata dan mempererat kerjasama dengan Negara Timor Leste.
Kunjungan ini dilakukan setelah rombongan bersama Bupati Belu Willybrodus Lay, SH menyelesaikan site visit perkembangan pembangunan Bendungan Maliana II di perbatasan RI–RDTL.
Perjalanan rombongan kemudian dilanjutkan ke Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, tempat lokasi Fulan Fehan berada.
Tempat yang dikenal sebagai Dataran Tinggi Terindah ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang menjadi prioritas pembangunan pariwisata daerah.
Setibanya di Padang Sabana Fulan Fehan, suasana alam yang memukau telah disaksikan oleh seluruh rombongan.
Mereka juga telah diajak untuk berfoto bersama sambil menikmati panorama hamparan sabana yang luas dan memukau.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Willy Lay telah menjelaskan kepada Deputi Kemenko Polkam, tentang potensi yang dimiliki oleh Fulan Fehan.
Beberapa kali penyelenggaraan festival budaya telah menunjukkan bahwa tempat ini memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan.
Festival Fulan Fehan telah diselenggarakan sebanyak dua kali dan sukses besar bahkan mencatatkan rekor nasional dari MURI.
Sebanyak 6.000 penari Likurai telah dipertunjukkan dalam acara yang menjadi bukti dari kekayaan budaya lokal.
Beragam pertunjukan seni dan budaya khas Belu juga telah dipaparkan dalam ajang tersebut.
Tarian Likurai, Tarian Antama, fashion show, serta orkes suling bambu adalah beberapa contoh dari kekayaan budaya yang dihidangkan.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Belu telah merencanakan untuk menggelar Festival Fulan Fehan kembali.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan destinasi pariwisata Fulan Fehan ke tingkat yang lebih tinggi.
Melestarikan budaya lokal juga menjadi salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan festival.
Nilai-nilai tradisional yang telah ada sejak lama diharapkan dapat tetap lestari melalui ajang yang diikuti oleh banyak orang ini.
Kerjasama dan persahabatan dengan Negara Timor Leste juga akan diperkuat melalui festival ini.
Kedekatan geografis dan hubungan budaya yang erat diharapkan dapat semakin terjalin dengan baik.
Selain itu, dampak positif bagi ekonomi masyarakat juga diharapkan dapat diraih.
Berbagai peluang usaha akan terbuka dan pendapatan masyarakat lokal akan meningkat seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
