Bupati Belu Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Motaain, Dorong Ruang Publik hingga Perbatasan

BERITA, DAERAH41 Dilihat

Bupati Belu Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Motaain, Dorong Ruang Publik hingga PerbatasanBELU, GRANDISMA.COM – Bupati Belu Willybrodus Lay meresmikan Taman Budaya Gotong Royong di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Kamis (8/10/2026).

Kehadiran taman tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.

Taman tersebut dibangun dengan dukungan BPJS Kesehatan sebagai bentuk kolaborasi dalam pengembangan ruang publik.

Dalam sambutannya, Willybrodus Lay mengapresiasi kontribusi BPJS Kesehatan yang telah mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

Ia berharap taman ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, berekreasi, dan membangun interaksi sosial antarmasyarakat.

Bupati Belu juga mendorong agar pembangunan ruang publik serupa tidak berhenti di PLBN Motaain.

Menurutnya, fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat perlu dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai lokasi di Kabupaten Belu.

“Kalau bisa jangan hanya ada di PLBN Motaain saja. Kalau sudah ada satu, kita dorong agar ada yang kedua dan seterusnya. Ini harus berkelanjutan,” ujar Willybrodus Lay.

Ia menilai keberadaan taman di kawasan perbatasan memiliki nilai strategis karena dapat menjadi tempat singgah bagi masyarakat, wisatawan, dan pelintas batas.

Selain itu, taman tersebut berpotensi memperkenalkan budaya lokal serta keramahan masyarakat Belu kepada pengunjung dari luar daerah maupun Timor-Leste.

Pemerintah Kabupaten Belu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pembangunan fasilitas rekreasi yang mendukung kegiatan masyarakat dan pengembangan pariwisata.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menyampaikan bahwa pemilihan PLBN Motaain memiliki makna strategis.

Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan dan nilai-nilai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu dirasakan hingga wilayah perbatasan sebagai salah satu wajah terdepan Indonesia.

Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menyambut baik pembangunan taman tersebut.

Ia berharap fasilitas itu tidak hanya menjadi ruang terbuka dan lokasi berfoto, tetapi juga dihidupkan melalui kegiatan budaya, edukasi, pelayanan masyarakat, serta aktivitas kreatif lainnya.

Peresmian Taman Budaya Gotong Royong turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Belu, pimpinan perangkat daerah, jajaran BPJS Kesehatan, pengelola PLBN Motaain, serta unsur CIQS.

Pemerintah Kabupaten Belu berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menghadirkan ruang publik yang inklusif sekaligus memperkuat identitas budaya dan perekonomian kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *