Wakil Bupati Belu Lantik Anak Willy Manek jadi Direktur Perumda Air Minum Belu 2026-2031

BERITA, DAERAH, POLITIK436 Dilihat

Wakil Bupati Belu Lantik Anak Willy Manek jadi Direktur Perumda Air Minum Belu 2026-2031Atambua, Grandisma.comWakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T secara resmi melantik anak  Willy Manek sebagai Direktur Perumda Air Minum Belu periode 2026-2031.

Antonius K. K. Jumadi Manek, SE., yang merupakan anak dari Willy Manek itu dilantik pada Selasa (27/01/2026) di ruang Kerja Bupati Belu.

Keputusan untuk menjadikan anak Willy Manek sebagai direktur baru diambil setelah melalui proses seleksi terbuka yang berlangsung selama beberapa minggu.

Panitia seleksi yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi terkait telah melakukan penilaian komprehensif terhadap seluruh calon yang mendaftar, mulai dari aspek kualifikasi akademik, pengalaman kerja, hingga integritas pribadi.

Wakil Bupati Belu dalam sambutan pembuka, menyampaikan bahwa jabatan Direktur Perumda Air Minum merupakan amanah yang tidak ringan, mengingat peran strategis institusi ini dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung perkembangan ekonomi daerah.

“Perumda Air Minum memiliki peran ganda yang harus dijalankan dengan baik: sebagai pelayan publik yang menjamin akses air bersih bagi seluruh masyarakat, dan sebagai badan usaha daerah yang berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegas Wabup VicenteWabup Vicente dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan rombongan undangan serta jajaran pegawai Perumda Air Minum.

Penekanan terhadap peningkatan kualitas layanan ditekankan sebagai fokus utama dalam periode kepemimpinan baru.

Wabup Vicente menegaskan bahwa Perumda Air Minum harus melakukan pembenahan menyeluruh pada berbagai aspek operasional, baik dari sisi internal organisasi maupun hubungan dengan pihak eksternal serta masyarakat pengguna layanan.

Secara internal, beberapa langkah penting diajukan sebagai arahan bagi direktur baru.

Di antaranya adalah melakukan konsolidasi struktur organisasi, memperkuat sistem komunikasi antar unit kerja, serta menyatukan seluruh sumber daya manusia dalam satu visi dan misi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Kita harus meninggalkan segala bentuk perbedaan dan konflik yang mungkin ada di dalam organisasi. Setiap perpecahan sekecil apa pun akan berdampak negatif pada kinerja dan akhirnya merugikan masyarakat yang kita layani. Mulai hari ini, kita harus bersatu dan bergerak bersama,” ujarnya dengan nada yang tegas dan penuh semangat.

Sementara itu, dari sisi eksternal, percepatan pengembangan jaringan distribusi air bersih diincar sebagai prioritas utama dalam tahun pertama kepemimpinan.

Direktur baru didorong untuk melakukan kajian mendalam terhadap wilayah yang belum terjangkau layanan, serta mempercepat proses pemasangan saluran dan sambungan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

Empat poin penting diberikan oleh Wakil Bupati Belu sebagai panduan kerja bagi direktur baru selama masa jabatan.

Poin pertama adalah peningkatan cakupan layanan, dengan target untuk memetakan seluruh wilayah yang belum teraliri air bersih dan menyusun rencana aksi konkret untuk mengatasi masalah tersebut.

Poin kedua berkaitan dengan efisiensi operasional dan inovasi teknologi. Direktur baru diminta untuk fokus pada penurunan angka kehilangan air (non-revenue water) melalui modernisasi infrastruktur yang sudah ada dan pemanfaatan sistem teknologi informasi untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air.

Poin ketiga yang menjadi sorotan utama adalah penerapan prinsip integritas dan profesionalisme dalam setiap aktivitas kerja.

Tata kelola perusahaan yang baik, transparansi dalam pengelolaan keuangan, serta komitmen untuk bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) harus diterapkan secara konsisten di semua tingkatan organisasi.

Poin keempat adalah penguatan sistem komunikasi dan pelayanan publik. Setiap keluhan dan masukan dari pelanggan harus ditangani dengan cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Direktur baru juga diminta untuk membangun saluran komunikasi yang efektif agar informasi tentang layanan dan program Perumda dapat sampai kepada seluruh masyarakat.

Tenggat waktu satu tahun ditetapkan oleh Wabup Vicente untuk melihat kemajuan nyata dalam peningkatan kualitas dan kuantitas layanan air bersih.

Selama periode tersebut, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap implementasi program dan keberhasilan yang dicapai oleh Perumda Air Minum.

“Kami akan melakukan evaluasi secara teratur terhadap kinerja Perumda Air Minum. Jika dalam waktu satu tahun tidak terlihat perubahan yang signifikan dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, maka langkah-langkah evaluasi mendalam dan perbaikan sistem akan segera kami lakukan,” tegasnya

Mengakhiri acara pelantikan, Wabup Vicente mengucapkan selamat bekerja kepada direktur baru, seraya berharap agar kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh Perumda Air Minum Kabupaten Belu.

Acara tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan simbol jabatan yang disaksikan oleh seluruh pihak terkait serta unsur masyarakat yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *