KUPANG, GRANDISMA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ikan Oeba, Kamis (12/3).
Selain memantau harga, kehadiran orang nomor dua di NTT ini dimanfaatkan para pedagang untuk mengadukan kondisi fasilitas pasar yang kian memprihatinkan.
​Didampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Wagub menyusuri lapak-lapak basah di pusat pendaratan ikan tersebut.
Ia berhenti di beberapa titik untuk berdialog langsung dengan para pedagang yang mengeluhkan minimnya perhatian terhadap infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi mereka.
​Kondisi bangunan yang sudah tidak layak menjadi poin utama aduan warga pasar.
Atap bangunan yang bocor di banyak titik membuat para pedagang kesulitan saat hujan turun, yang berdampak pada kenyamanan pembeli dan kebersihan komoditas dagangan.
​Salah satu pedagang menyampaikan bahwa kerusakan fasilitas ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan signifikan.
Padahal, Pasar Oeba merupakan salah satu urat nadi ekonomi di Kota Kupang dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah setiap harinya.
​Selain persoalan atap, masalah sanitasi dan drainase juga mencuat dalam diskusi tersebut.
Bau yang tidak sedap serta genangan air di area pasar dinilai dapat menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja secara langsung ke pasar tradisional.
​Wagub Johni Asadoma mendengarkan dengan saksama setiap poin keluhan yang disampaikan.
Ia mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan akses jalan masuk hingga penataan sistem pembuangan limbah pasar yang lebih higienis.
​Purnawirawan jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa fungsi sidak tidak hanya untuk pengawasan harga, tetapi juga sebagai sarana belanja masalah.
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui realita di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
​Infrastruktur pasar yang baik, lanjut Wagub, merupakan kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Jika fasilitas pasar nyaman, distribusi barang akan lebih lancar dan aktivitas jual beli akan semakin bergairah.
​Menanggapi keluhan soal keamanan, Wagub menyetujui perlunya pengawasan yang lebih ketat.
Para pedagang mengusulkan pengadaan perangkat keamanan tambahan untuk menghindari aksi pencurian yang kerap merugikan mereka pada malam hari.
​Pihak TPID yang turut hadir juga mencatat keluhan-keluhan tersebut untuk segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Perbaikan pasar tradisional menjadi salah satu agenda prioritas guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi dan di tengah tantangan inflasi.
​Wagub berjanji akan membawa temuan-temuan ini ke tingkat rapat koordinasi provinsi maupun kota.
Ia berharap ada langkah cepat dari pemerintah setempat untuk melakukan renovasi ringan pada bagian-bagian yang paling mendesak.
​Peninjauan diakhiri dengan komitmen Wagub untuk terus mengawal proses perbaikan ini.
Baginya, kenyamanan pedagang pasar tradisional adalah indikator keberhasilan pemerintah dalam mengelola ruang publik yang produktif.
