Selidiki Pemotongan Pasokan Minyak Tanah, Pemkab Belu Siapkan Opsi Operasi Pasar Murah

BERITA, DAERAH101 Dilihat

Selidiki Pemotongan Pasokan Minyak Tanah, Pemkab Belu Siapkan Opsi Operasi Pasar MurahATAMBUA, GRANDISMA.COM – Misteri berkurangnya pasokan minyak tanah yang dikeluhkan oleh para penjual dan pangkalan di Kabupaten Belu mulai menemui titik terang.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh jajaran pegawai Disperindag Belu, ditemukan adanya hambatan teknis dalam jalur distribusi dari hulu ke hilir.

​Turunnya aparatur pemerintah ke pusat-pusat penjualan ini menjadi angin segar bagi para pedagang seperti Paman Ronal dan konsumen yang selama ini merasa suaranya terabaikan.

Dari hasil verifikasi lapangan, penurunan volume pengiriman memang terjadi akibat adanya penyesuaian kuota dan kendala transportasi logistik.

​Menyikapi temuan tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu langsung membangun koordinasi intensif dengan pihak Pertamina wilayah NTT.

Pemkab Belu mendesak agar kuota pengiriman untuk wilayah perbatasan Atambua segera dinormalisasi guna meredam gejolak sosial di masyarakat.

​Selain membenahi jalur distribusi resmi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada lonjakan harga di tingkat pengecer liar yang sempat menyentuh angka Rp 8.000 per liter.

Disperindag mengimbau para pedagang eceran di kios-kios untuk tidak mengambil keuntungan secara berlebihan di tengah situasi krisis.

Sebagai langkah darurat untuk memotong rantai spekulasi harga, Pemkab Belu kini tengah mematangkan rencana untuk menggelar Operasi Pasar Murah dalam waktu dekat.

Program ini diharapkan dapat menyuplai minyak tanah langsung ke tangan konsumen dengan harga resmi tanpa melalui perantara.

​Rencana operasi pasar ini disambut baik oleh warga yang berharap kestabilan harga pangan dan energi di Atambua dapat segera pulih.

Kehadiran fisik pemerintah di lapangan dinilai menjadi bukti bahwa negara hadir di saat masyarakat sedang kesulitan.

​”Operasi pasar murah sedang kami kaji posisinya agar tepat sasaran di titik-titik yang paling parah terdampak. Kami berharap dalam hitungan hari, pasokan minyak tanah di Kabupaten Belu bisa kembali stabil,” Jelas  Kadis Perindag Vincentius K. Laka, ST optimistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *