Belu, Grandisma.com – Dalam rangka menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan dan perayaan Paskah tahun 2026, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) melalui jajaran Armed 12 Pos Maubusa menggelar kegiatan sosial bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, di lahan pertanian milik warga yang terletak di Fatukadi, Dusun Haekesak, Desa Tohe, Kecamatan Raihat.
Di bawah kepemimpinan Komandan Pos (Danpos) Maubusa, prajurit TNI Armed 12 bergotong royong bersama warga setempat melakukan penanaman anakan padi.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar membantu petani, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Danpos Maubusa menegaskan bahwa giat ini merupakan wujud nyata tindakan TNI sebagai pelindung masyarakat.
“Sebagai alat negara, TNI wajib hadir sebagai pelindung masyarakat dalam konteks dan situasi apapun,” ujar Danpos.
Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam penanaman anakan padi di persawahan Fatukadi adalah bentuk pengabdian TNI kepada negara dan rakyat, khususnya para petani.
Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada upaya peningkatan ketahanan pangan lokal di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Dukungan terhadap sektor pertanian menjadi prioritas, mengingat pentingnya ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ambros (56) Salah seorang warga petani dari Dusun Haekesak, menyampaikan rasa bangganya dan terima kasihnya kepada TNI.
“Sebagai masyarakat kami bangga terhadap para bapak TNI-AD. Apa yang dilakukan oleh Danpos dan seluruh jajaran sangat kami apresiasi. Ini adalah bentuk penghormatan mereka kepada kami dan itu luar biasa. Kepada Danpos dan jajaran kami mengucapkan terima kasih,” ungkap Bapak Ambros.
Antusiasme warga masyarakat petani tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik kehadiran prajurit TNI-AD yang turut serta bekerja keras di lahan pertanian.
Semangat kegotongroyongan yang terpancar pada hari itu, menurut Danpos Maubusa, patut dijaga dan dilestarikan. “Sebab inilah wujud nyata dan pengabdian kita pada NKRI,” tegasnya.
Interaksi langsung antara TNI-AD dan masyarakat juga mempererat tali silaturahmi.
Momen ini menjadi bukti bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat, selalu siap membantu dalam berbagai aspek kehidupan.
Giat sosial ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain, bagaimana sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang luas, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan mempererat persatuan.
