Pimpin HLM TPID NTT, Gubernur Melki: “Inflasi Tidak Hanya Soal Angka Statistik”

BERITA, DAERAH, EKONOMI148 Dilihat

Pimpin HLM TPID NTT, Gubernur Melki: "Inflasi Tidak Hanya Soal Angka Statistik"Kupang, Grandisma.comGubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa isu inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, melainkan menyangkut langsung kehidupan masyarakat, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harper Kupang tersebut diselenggarakan menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan.”

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia J. Nomleni, Plh. Sekretaris Daerah Flouri Rita Wuisan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perbankan, serta insan pers.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menyatakan bahwa inflasi berkaitan dengan isi dapur rakyat, daya beli keluarga, dan kepastian hidup sehari-hari.

“Stabilitas harga dan ketahanan pangan adalah fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Berdasarkan data BPS NTT, inflasi tahunan Januari 2026 tercatat 3,34 persen.

Tertinggi di Waingapu (4,77 persen) dan terendah di Timor Tengah Selatan (2,38 persen), dengan tekanan harga terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Inflasi bulanan mencapai 0,65 persen. Sementara itu, ekonomi NTT triwulan IV 2025 tumbuh 5,34 persen, didukung sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (28,58 persen) serta konsumsi rumah tangga (65,16 persen).

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus disertai pemerataan dan kualitas, dengan tetesan ke bawah bagi kelompok miskin ekstrem, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan,” ujarnya.

Ketahanan pangan dan stabilitas harga dijalankan berdasarkan prinsip 4K: Ketersediaan Stok, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi yang Efektif.

Sebagai langkah jangka pendek menghadapi musim liburan, pemerintah akan mengintensifkan Gerakan Pasar Murah (GPM) satu minggu sebelum HBKN, memperkuat sidak pasar untuk cegah lonjakan harga tidak wajar, dan mengawasi gudang guna antisipasi penimbunan.

Pemerintah juga menyiapkan mitigasi gagal panen akibat musim hujan, memperketat pengawasan distribusi di pelabuhan dan bandara, serta skema subsidi distribusi.

Selain itu, akan digencarkan himbauan belanja bijak agar tidak terjadi panic buying.

Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah akan memperkuat hubungan antara petani, UMKM, dan pasar melalui NTT Mart.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mendorong pengembangan komoditas unggulan dengan peningkatan produktivitas, dukungan prasarana, dan pemanfaatan teknologi digital. (Biro Administrasi Pimda NTT) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *