KUPANG, GRANDISMA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan revitalisasi sebanyak 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi (Rakor) implementasi program pendidikan yang digelar di Hotel Aston Kupang, Senin (04/05/2026).
Target ambisius ini didukung dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp14 triliun, yang akan difokuskan pada perbaikan sekolah dengan kategori rusak berat.
Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), termasuk Provinsi NTT, menjadi prioritas utama dalam pendistribusian dana revitalisasi fisik ini.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan ini berpijak pada amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata.
“Kami ingin sekolah-sekolah memiliki fasilitas yang layak. Sekolah harus terlihat megah, bukan megap-megap,” tegasnya dalam pidato pembukaan di hadapan para kepala daerah se-Provinsi NTT.
Transformasi pendidikan yang diusung kementerian bertumpu pada tiga pilar utama: infrastruktur fisik, pedagogik, dan budaya.
Revitalisasi 11.000 sekolah ini mewakili pilar fisik, yang dianggap sebagai prasyarat utama agar proses transfer ilmu pengetahuan dapat berlangsung secara kondusif dan manusiawi.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan respon positif dengan menegaskan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk sinkronisasi data.
Ia tidak ingin ada tumpang tindih anggaran antara pusat dan daerah, sehingga bantuan benar-benar jatuh ke sekolah yang paling membutuhkan di pelosok Flores, Sumba, hingga Timor.
Dalam forum tersebut, dibahas pula mengenai tantangan geografis NTT yang seringkali membuat biaya logistik pembangunan menjadi lebih mahal.
Menteri berjanji akan melakukan penyesuaian indeks biaya konstruksi agar standar kualitas bangunan di wilayah kepulauan tetap terjaga sama baiknya dengan di kota besar.
Selain masalah fisik, Rakor ini juga menyinggung pentingnya digitalisasi sekolah pasca-revitalisasi.
Setiap sekolah yang diperbaiki nantinya akan diupayakan memiliki akses internet dan perangkat pendukung pembelajaran berbasis teknologi untuk mengejar ketertinggalan literasi digital.
Acara ini turut dihadiri oleh Dirjen GTK Nunuk Suryani dan Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto.
Rakor ini diharapkan menghasilkan draf kesepakatan kerja antara kementerian dan para Bupati se-NTT guna memastikan program revitalisasi berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.





