Lantik 8 Pejabat Baru, Bupati Belu Tuntut Solusi Cepat untuk Krisis Air dan Pelayanan Publik

BERITA, DAERAH, POLITIK33 Dilihat

Lantik 8 Pejabat Baru, Bupati Belu Tuntut Solusi Cepat untuk Krisis Air dan Pelayanan PublikATAMBUA, GRANDISMA.COM –  Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, mengambil langkah strategis dengan melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama guna memperkuat struktur birokrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.

Upacara pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Wanita Bete Lalenok pada Jumat (8/5/2026), di tengah tuntutan publik terhadap peningkatan kualitas layanan dasar.

​Dalam pidatonya, Bupati Willybrodus menegaskan bahwa pemilihan para pejabat ini didasarkan pada evaluasi ketat terhadap rekam jejak mereka yang dinilai mumpuni dalam menghadapi tantangan daerah.

Ia menekankan bahwa jabatan baru ini bukanlah sekadar posisi administratif, melainkan mandat untuk menjadi pemecah masalah (problem solver) di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

​Fokus utama yang digarisbawahi dalam pelantikan ini adalah peningkatan pelayanan publik yang harus menjadi yang terbaik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Indonesia bagian timur.

Bupati menginstruksikan para kepala dinas yang baru dilantik untuk segera melakukan audit internal dan menyempurnakan sistem pelayanan yang sudah berjalan agar lebih transparan dan responsif.

​Isu krusial yang menjadi sorotan tajam adalah ancaman krisis air bersih yang diprediksi akan semakin parah.

Bupati meminta pejabat terkait, khususnya di sektor infrastruktur dan lingkungan, untuk tidak menunda langkah-langkah mitigasi.

Ia menuntut solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga Belu yang selama ini terdampak oleh keterbatasan akses air.

​Willybrodus juga memberikan peringatan keras bahwa dirinya tidak akan mentoleransi pejabat yang hanya menjadi “bagian dari masalah.”

Ia mewajibkan adanya inovasi berkelanjutan di setiap dinas. Jika sebuah instansi dinilai stagnan dan tanpa terobosan, pengawasan ketat akan langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Belu untuk memastikan performa kembali pada jalurnya.

​Selain itu, transparansi data menjadi poin penting yang disampaikan. Bupati mewajibkan setiap pejabat, mulai dari eselon II hingga IV, untuk menyusun memori jabatan yang komprehensif.

Dokumen ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan program kerja, sehingga transisi kepemimpinan tidak menghambat jalannya pembangunan akibat hilangnya data atau informasi penting.

​Sinergi antar-lembaga juga menjadi pesan penutup dalam seremoni tersebut. Bupati mengajak seluruh jajaran Forkopimda dan ASN untuk membangun komunikasi yang sehat demi mewujudkan visi pembangunan daerah.

Ia percaya bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan anggaran dan keterbatasan sumber daya manusia di daerah perbatasan.

​Pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Belu, Ketua DPRD, serta Dansatgas Pamtas RI-RDTL.

Kehadiran berbagai elemen ini menandakan dukungan penuh terhadap jajaran kabinet baru yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *