Iran Ancam Hancurkan UEA Jika Tak Hentikan Kerja Sama Militer dengan AS dan Israel

TEHERAN, GRANDISMA.COM – Ketegangan di kawasan Teluk Persia mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab (UEA).

Teheran mengancam akan meluncurkan serangan militer langsung dan menghancurkan negara federasi tersebut jika Abu Dhabi terus mengizinkan wilayahnya dijadikan basis operasi bagi pihak-pihak yang memusuhi Iran, terutama Amerika Serikat dan Israel.

​Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Markas Besar Militer Pusat Iran, Khatam Al-Anbia, melalui media resmi militer Iran pada Rabu (06/05/2026).

Iran menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif yang diurkan dari pelabuhan atau pangkalan udara UEA terhadap kepentingan Iran akan dibalas dengan kekuatan penuh.

Teheran memandang kehadiran militer asing di tanah tetangganya sebagai ancaman eksistensial.

​Kementerian Luar Negeri Iran mencatat bahwa selama agresi yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 7 April, UEA bersama sejumlah negara regional lainnya seperti Bahrain dan Yordania, diduga telah membiarkan wilayah mereka menjadi landasan peluncuran serangan ke wilayah kedaulatan Iran.

Hal ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip bertetangga yang baik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran menekankan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah bukanlah jaminan keamanan, melainkan sebuah beban (liability).

Menurutnya, negara-negara Teluk seharusnya berhenti “meminjam keamanan” dari kekuatan luar kawasan yang hanya membawa ketidakstabilan.

​Baghaei menyerukan agar negara-negara di kawasan duduk bersama membangun mekanisme keamanan kolektif yang inklusif tanpa campur tangan Barat.

Iran mengklaim bahwa tindakan defensif mereka selama ini murni ditujukan pada aset-aset AS dan Israel yang aktif menyerang Iran, bukan kepada negara-negara Arab di sekitarnya.

​Namun, posisi UEA sebagai tuan rumah pangkalan militer AS dianggap Iran membawa konsekuensi berbahaya bagi perdamaian regional.

Teheran memperingatkan bahwa negara-negara yang menampung pangkalan tersebut secara otomatis menjadi target sah dalam skenario perang terbuka jika pangkalan itu digunakan untuk menyerang Iran.

​Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Abu Dhabi terkait ancaman tersebut.

Namun, situasi di Selat Hormuz tetap mencekam dengan kehadiran armada laut dari kedua belah pihak yang saling bersiaga dalam jarak dekat.

​Para pengamat menilai ancaman ini adalah bagian dari strategi “maximum tekanan balik” Iran terhadap sanksi dan blokade yang dilakukan oleh blok Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *