Gubernur NTT Gandeng GBI Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan dan Stunting

BERITA, DAERAH23 Dilihat

Gubernur NTT Gandeng GBI Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan dan StuntingSOE, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi mengajak Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah dalam menuntaskan persoalan kemiskinan dan stunting di wilayah tersebut.

Ajakan ini disampaikan langsung dalam pembukaan Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT yang bertempat di Aula Hotel Bahagia Dua, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),  Kamis (7/5/2026).

​Gubernur Melki menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi NTT saat ini, terutama rendahnya indeks kesejahteraan dan masalah gizi buruk pada anak, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian.

Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki struktur yang menyentuh hingga akar rumput, sehingga menjadi mitra paling efektif dalam melakukan intervensi sosial.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah sinkronisasi data dan program lapangan antara dinas terkait dengan para pendeta di setiap wilayah.

​”NTT masih menghadapi persoalan mendasar seperti kemiskinan, stunting, hingga rendahnya kualitas pendidikan. Kami membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk gereja, untuk bergerak bersama dengan spirit ‘Ayo Bangun NTT’ demi menjawab persoalan ini secara tuntas,” ujar Melki di hadapan para peserta sidang

​Peran gereja, menurut Melki, tidak lagi terbatas pada pelayanan rohani di dalam gedung, namun harus bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial.

Ia menilai GBI memiliki kapasitas untuk melakukan edukasi kesehatan kepada jemaat guna mencegah stunting sejak dini melalui pola asuh dan pemenuhan gizi yang baik. Langkah ini dianggap sejalan dengan visi “NTT Sehat” yang sedang digelorakan oleh pemerintah provinsi.

​Dalam kesempatan tersebut, Melki mengapresiasi kontribusi nyata GBI selama ini yang dinilai telah menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar, bukan hanya bagi internal jemaat.

Ia berharap sinergi ini melahirkan program konkret yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga di pelosok-pelosok NTT, khususnya di daerah padat penduduk seperti TTS.

​Gubernur juga menyoroti bahwa kemiskinan merupakan akar dari segala masalah sosial di daerah, termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk mengakses pendidikan tinggi.

Dengan memperkuat ketahanan ekonomi di lingkungan gereja, Melki optimis angka putus sekolah dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat NTT secara bertahap akan mengalami peningkatan signifikan.

​Lebih lanjut, pemerintah provinsi menyatakan keterbukaan untuk membuka ruang dialog teknis guna membahas alokasi bantuan atau program pemberdayaan yang bisa dikelola bersama.

Melki menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama agar kolaborasi antara pemerintah dan lembaga agama ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

​Acara yang dihadiri oleh para pengurus BPD GBI dari berbagai kabupaten ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan pelayanan gereja ke depan.

Gubernur berharap hasil dari SMD Khusus ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan menjadi instruksi kerja bagi seluruh gembala untuk aktif membantu pemerintah daerah dalam misi kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *