Dorong Hilirisasi Produk Kehutanan, Gubernur NTT Minta Produk Unggulan KPH Masuk NTT Mart

BERITA, DAERAH, EKONOMI149 Dilihat

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong transformasi besar-besaran pada sektor hilirisasi produk kehutananKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong transformasi besar-besaran pada sektor hilirisasi produk kehutanan.

Ia ingin hasil bumi dari hutan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah.

​Dalam forum koordinasi kehutanan di Kupang, Melki menegaskan bahwa rantai pasok produk kehutanan harus diperpendek.

Tujuannya agar keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh masyarakat lokal dan pengelola kawasan di NTT.

​Gubernur secara spesifik menyebut “NTT Mart” sebagai kanal distribusi resmi yang harus dimanfaatkan.

Produk-produk olahan dari KPH seperti madu hutan, minyak atsiri, hingga kerajinan tangan harus masuk ke pasar retail modern.

​”Setiap KPH harus mampu mengembangkan produk unggulan yang bisa dipasarkan. Kita punya NTT Mart sebagai wadah untuk membantu promosi dan penjualan,” kata Melki usai meninjau pameran produk lokal.

​Langkah ini menilai strategi untuk membangun merek produk lokal NTT.

Selama ini, banyak hasil hutan dari NTT yang dikirim ke luar daerah tanpa label, sehingga identitas asal produk seringkali hilang di pasar nasional.

​Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk memfasilitasi sertifikasi dan standarisasi produk.

Melki mengingatkan bahwa untuk masuk ke pasar modern, aspek kemasan dan izin kesehatan harus menjadi perhatian utama para pengelola KPH.

​Selain pasar domestik, Gubernur melihat adanya potensi ekspor untuk komoditas tertentu seperti cendana atau produk spesifik lainnya.

Namun, hal ini memerlukan konsistensi produksi dan manajemen stok yang profesional dari pihak KPH.

​Inovasi berbasis kewirausahaan kehutanan menjadi kata kunci yang ditekankan dalam Berbagainya.

Melki ingin para rimbawan tidak hanya berpikir secara teknis konservasi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan.

​Kemitraan dengan dunia usaha juga didorong untuk mempercepat serapan produk.

Dengan adanya kepastian pasar, masyarakat akan lebih bersemangat untuk menjaga hutan karena merasakan manfaat finansial yang nyata.

​Aksi nyata Gubernur ditunjukkan dengan membeli langsung produk-produk pameran sebagai bentuk dukungan moral.

Ia berharap gerakan bela-beli produk lokal ini diikuti oleh seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *