ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, melakukan aksi nyata dalam penguatan ekonomi sektor agraria dengan memimpin panen wortel di Desa Dualasi Raiulun, Kecamatan Lasiolat, Selasa (14/4).
Langkah ini diambil sebagai strategi taktis pemerintah daerah dalam mentransformasi lahan non-produktif menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat perbatasan.
Kegiatan panen yang berlangsung di lahan BUMDes Siata Mauhalek ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Ketua DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan dukungan penuh legislatif dan eksekutif terhadap kedaulatan pangan di tingkat desa.
Bupati Willy Lay dalam arahannya menekankan bahwa tanah di wilayah Belu memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ia menginstruksikan warga untuk segera melakukan identifikasi lahan kosong guna dikonversi menjadi lahan pertanian produktif yang memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal.
”Saya minta agar para petani bisa memanfaatkan lahan kosong ini secara produktif. Jangan biarkan ada lahan tidur, karena setiap jengkal tanah di sini adalah aset ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan rumah tangga,” ujar Willy Lay di sela-sela kegiatan panen.
Secara teknis, pengembangan lahan ini dikelola secara kolaboratif antara pemerintah desa dan kelompok tani.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan model bisnis pertanian yang berkelanjutan (sustainable farming) bagi masyarakat pedesaan di Kecamatan Lasiolat.
Selain memberikan arahan, Bupati juga melakukan tindakan afirmatif dengan mewajibkan seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk membeli hasil panen petani.
Hal ini dilakukan untuk memberikan suntikan motivasi sekaligus memastikan adanya serapan pasar instan bagi komoditas hortikultura tersebut.
Ketua BUMDes Siata Mauhalek, Oscar Bau, melaporkan bahwa total lahan yang dikelola mencapai 2,75 hektar.
Keberhasilan panen kali ini merupakan buah kerja keras dari lima kelompok tani, yakni Poktan Sinar Lakmau, Haelulik, Fatumuti, Beiseuk, dan Poktan Semangat Milenial.
Oscar menambahkan bahwa dari total luas lahan tersebut, panen yang dilakukan pada Selasa siang difokuskan di lahan milik Poktan Sinar Lakmau seluas 1,6 hektar.
Capaian ini menjadi bukti bahwa sistem manajerial BUMDes yang baik mampu menggerakkan potensi ekonomi desa secara kolektif.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk memberikan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).
Bantuan ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi petani sehingga keuntungan yang didapat dari pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih maksimal.
Acara ditutup dengan sesi diskusi antara Bupati dan para petani mengenai kendala irigasi yang kerap dihadapi saat musim kemarau.
Pemerintah berjanji akan mencari solusi teknis agar produktivitas lahan di Dualasi Raiulun tetap stabil sepanjang tahun.





