Atasi Kelangkaan, Pemkab Belu Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah Murah

BERITA, DAERAH25 Dilihat

Atasi Kelangkaan, Pemkab Belu Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah MurahATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah yang memicu lonjakan harga di pasaran.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Belu, pemerintah daerah menggelar operasi pasar khusus minyak tanah pada Kamis (18/06/2026).

Langkah darurat ini diambil menyusul laporan warga mengenai harga minyak tanah eceran yang sempat menembus angka Rp16.000 per botol di wilayah tersebut.

​Operasi pasar yang dipusatkan di halaman Kantor Disperindag Kabupaten Belu ini terlaksana atas kerja sama sinergis dengan PT Pertamina Patra Niaga.

Dalam pelaksanaannya, agen penyalur PT Helmi ditunjuk secara resmi untuk mendistribusikan pasokan bahan bakar bersubsidi tersebut langsung kepada masyarakat.

Melalui program intervensi ini, warga dapat membeli minyak tanah dengan harga subsidi yang jauh lebih murah, yakni Rp4.000 per liter.

​Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, S.T, menyatakan bahwa pihaknya terus proaktif memantau pergerakan pasokan di lapangan.

Upaya stabilisasi harga ini dirancang sebagai jawaban langsung atas jeritan masyarakat yang terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan pokok.

Pihak dinas berkomitmen untuk memotong jalur distribusi yang tidak sehat guna menekan harga kembali ke batas normal.

​Pada tahap awal ini, lokasi distribusi dan operasi pasar difokuskan secara khusus untuk melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Atambua Barat.

Dinas terkait memprioritaskan pemenuhan pasokan bagi warga yang berdomisili di sekitar Kelurahan Tulamalae dan Kelurahan Umanen.

Pembatasan wilayah fokus ini dilakukan agar penyaluran bantuan subsidi tepat sasaran dan mencegah terjadinya antrean yang tidak tertib.

​Berdasarkan pantauan langsung jurnalis di lokasi kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari.

Warga berbondong-bondong membawa jeriken dan mengantre dengan tertib demi mendapatkan minyak tanah dengan harga terjangkau.

Kehadiran operasi pasar ini diakui warga sangat meringankan beban dapur mereka di tengah situasi kelangkaan yang sempat melanda dalam beberapa pekan terakhir.

​Pemerintah Kabupaten Belu berharap operasi pasar ini secara bertahap dapat memulihkan stabilitas pasokan energi di tingkat pengecer.

Disperindag Belu juga terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan kuota harian minyak tanah bersubsidi bagi daerah perbatasan tetap aman.

Pengawasan ketat di pasar-pasar tradisional pun akan ditingkatkan guna mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *